VISI

Sebuah catatan untuk institusi dan diri sendiri!
Ketika engkau menyatakan akan menjadi yang nomor satu, yang terbaik, yang terhebat dibanding dengan yang lain, maka itu adalah ambisi, adalah nafsu menguasai. Survival of the fittest!

Visi lebih dari sekedar ambisi atau nafsu. Visi dibentuk oleh cara kita melihat dan menikmati semesta. Cara kita menjadi bagiannya, dan cara kita terkoneksi dengan bagian-bagian yang lain. Ketika dalam pengungkapan visi ada terbersit keinginan menguasai, maka itu berarti ada yang harus dikuasai dan ada yang dianggap perlu dimusnahkan. Ada pihak yang harus disingkirkan. Padahal dalam semesta ini, makhluk sesederhana protozoa-pun jelas fungsinya bagi makhluk yang lebih kompleks darinya.

Visi yang baik hanya mungkin lahir dari cara pandang yang baik, ketika kita melihat semesta ini sebagai suatu konfigurasi sistem, dimana tak ada satu-pun komponen semesta merasa tidak bergantung pada komponen yang lain. Semakin kaya pola-pola kesaling-tergantungan antar komponen, semakin stabil dan harmonis sistem itu menata dirinya.

Sistem yang baik selalu kontekstual. Kegagalan-kegagalan suatu sistem adalah ketika anda ingin menjadikan Makassar sebagai Singapura, Hong Kong, atau Jakarta. Kegagalan yang sama juga terjadi ketika anda ingin Unhas menjadi Havard, Oxford dan semacamnya. Bungkus fisik memang dapat bahkan selalu berubah untukmenyesuaikan diri dengan pengaruh-pengaruh dari berbagai sistem yang terhubung dengannya. Tetapi bungkus fisik yang berubah-ubah itu tidak dapat mengubah “gen” dan “mem” yang menjadi identitas diri. Gen dan mem berfungsi untuk menunjukkan bahwa setiap yang diciptakan memiliki keunikan. Keunikan inilah menjadi anugerah setiap ciptaan untuk menunjukkan bahwa “dia berbeda dengan yang lain”, dan konsekuensinya dia memiliki hak keberlanjutan hidup.

Oleh karena itu semua pernyataan yang mengungkapkan keinginan menjadi sebagai Singapura, Hong Kong, Havard, Oxford dan semacamnya, hanya menunjukkan bahwa kita tidak mengenal bahkan diri kita sendiri. Dengan menjadi mereka, engkau tidak akan pernah bisa menjadi nomor satu, sebab energy yang engkau miliki hanya dihabiskan untuk meniru dan meniru, tidak untuk memperbaiki kualitas diri sendiri. Engkau hanyalah anggota dari kumpulan para "follower". Follower tidak pernah menjadi nomor satu. Mereka yang tidak mengenal dirinya akan memungut apa yang dibuang orang lain dan akan membuang yang mereka miliki untuk dipungut oleh orang lain.

Visi itu adalah harapanmu, mimpimu, angan-anganmu, untuk menampilkan dan mengenalkan kepada dunia bahwa engkau dengan keunikanmu ada dalam semesta ini. Hanya keunikan yang membuat kita pantas dilirik oleh pihak yang berbeda dengan kita. Visi adalah keinginan untuk menunjukkan bahwa dengan keunikanmu, engkau bukan saja setara dengan mereka yang berbeda denganmu, tetapi juga dibutuhkan untuk membuat semesta ini lengkap. Visi adalah kerinduan seorang hamba untuk ikut berpartisipasi mengisi peradaban dunia.

Makassar, 9 Januari 2014

 

 

Nama

Email

Komentar

  CAPTCHA code

Masukkan kode diatas