Tsunami Palu, Dosen Fakultas Teknik Geologi Unhas: Sesuai Prediksi

Tsunami Palu, Dosen Geologi Unhas:
Sesuai Prediksi

Minggu, 30 September 2018 21:42

 

 

Dr Adi Maulana 

Dosen
Geologi
Unhas, Dr Adi Maulana, terkesima ketika gempa hebat yang diikuti tsunami
mengguncang Donggala dan wilayah Sulawesi bagian Tengah.

Ia
teringat hasil penelitiannya sekitar 10 tahun lalu. Di dalam salah satu bab
disertasi yang ditulisnya sekitar 10 tahun lalu di Kyushu University, Jepang,
berjudul "Petrology, Geochemistry and Geochronology of Granitoid rocks
from Sulawesi, Indonesia", ia memutuskan untuk memasukkan topik tentang
"Exhumation process of Granitoid Rock in Palu, Central Sulawesi".

Bab
ini cukup kontroversial, karena kesimpulan akhirnya adalah batuan granitoid
yang ada di leher Sulawesi yang disebut dengan Dondo Batholit menunjukkan
kecepatan proses exhumation atau pengangkatan ke atas permukaan yang sangat
cepat dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di dunia.

Proses
exhumation ini merupakan proses yang bertanggungjawab atas tersingkapnya batuan
granitoid yang notabene merupakan batuan plutonik atau intrusif yang terbentuk
jauh dibawah kedalaman bumi lalu membentuk Gunung Dondo setinggi lebih dari
2.000 meter. Batuan granitoid ini menyebar di daerah Palu sampai Toli-Toli,
Sulawesi Tengah .

Dari
hasil electro-probe micro analysis (EPMA), terutama data mineral chemistry mineral
plagioklas, biotit dan hornblende, dikombinasikan dengan data umur melalui
analisis Argon dating pada mineral biotit dan hornblende, Maulana menghitung
geothermobarometry batuan granitoid tersebut. Hingga tiba pada kesimpulan bahwa
kecepatan ekshumasi batuan granitoid yang ada di sekitar leher Sulawesi
terutama di dekat kota Palu mencapai kecepatan sebesar 2.7 mm/tahun.

Hasil
ini menempatkan laju kecepatan exhumation pada daerah Palu dan sekitarnya
sangat cepat dan hanya dikalahkan oleh kecepatan exhumation granitoid yang ada
di Pegunungan Himalaya.

Kesimpulan
pada bab tersebut yaitu _The rapid exhumation rate of Sony Pluton (near Palu)
is attributed to the active vertical movement of Palu-Koro Fault Zone which
have been active since Pliocene. It shows that faulting may play an important
role in differential exhumation of intrusive bodies in orogenic belt._

"Dari
kesimpulan ini saya membuat hipotesa bahwa Palu-Koro Fault mempunyai sifat
gerakan vertikal selain secara dominan dideskripsikan oleh banyak ahli sebagai
strike-slip fault,"tulis Maulana.

Akhirnya,
hal ini terbukti dimana Palu-Koro Fault bergerak dan kemudian menyebabkan
tsunami kata Maulana.

"Semoga
warga Palu selalu diberi perlindungan dan diberi ketabahan dalam menerima
musibah ini. Semoga kedepan kita bisa membangun sistem yang lebih baik dan
masif lagi untuk kepentingan mitigasi agar korban jiwa dapat
diminimalkan,"harap Maulana dalam tulisannya terkait Tsunami Palu.

Saat
ini, Maulana sedang menyelesaikan draft paper yang sudah tertunda selama dua
tahun tentang evolusi tektonik Sulawesi bagian Tengah berdasarkan data geokimia
dan geokronologi terutama data zircon dating.

Tahun
ini juga Maulana dan beberapa ahli geologi dari National Taiwan University yang
disponsori oleh konsorsium lembaga penelitian internasional dari Taiwan dengan
tema "Geology of Silk Road" akan mengumpulkan data yang lebih banyak
lagi tentang isotop dan zircon dating dari seluruh batuan beku yang ada di
Sulawesi.

Penelitian
ini ditargetkan selama kurang lebih 5 tahun, diharapkan akan menghasilkan suatu
model tektonik Sulawesi yang lebih detail untuk berbagai macam keperluan.

 

 

Nama

Email

Komentar

  CAPTCHA code

Masukkan kode diatas