Karakteristik Mineralogi dan Kimia Mineralisasi Emas Epitermal di Daerah Anggai, Pulau Obi, Indonesia: Implikasinya Terhadap Eksplorasi

Prospek mineralisasi emas tipe epitermal di daerah Anggai, Pulau Obi, Provinsi Halmahera Selatan telah diidentifikasi melalui program eksplorasi yang dilakukan oleh Broken Hill Proprietary Minerals di tahun 1995-1996, dan telah ditambang oleh ratusan penambang rakyat dengan menggali lebih dari 200 pit, shaft, dan adit, sejak tahun 1994. Makalah ini melaporkan hasil preliminary study pada prospek tersebut yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik mineralogi dan kimia bijih, host rock, serta alterasi hidrotermalnya. Sampel-sampel batuan dan mineralisasi diambil di lapangan untuk dianalisis dengan metode petrografi, mineragrafi, X-ray diffraction, dan atomic absorption spectrometry. Hasil studi menunjukkan bahwa host rocks mineralisasi adalah andesit dan basal porfiri anggota Formasi Volkanik Bacan berumur Oligosen – Miosen Awal. Mineral-mineral alterasi hidrotermal yang diidentifikasi melalui studi petrografi dan X-ray diffraction meliputi kuarsa, klorit, epidot, albit, biotit, serisit, dan pirit. Tipe mineralisasi adalah urat kuarsa dan disseminated, di mana mineral-mineral bijih sulfida tersebar dan mengelompok dengan spasi rapat, baik pada gangue kuarsa maupun pada batuan yang teralterasi kuat. Urat-urat kuarsa dicirikan oleh tekstur crustiform banded, kristalin, comb, dan vuggy. Mineral-mineral bijih hipogen yang dikenali di bawah mikroskop meliputi galena, sfalerit, kalkopirit, pirit, tenantit, tetrahedrit, dan butiran halus emas (elektrum) yang di-host oleh pirit. Mineral supergen kovelit dan goetit juga dijumpai di bawah mikroskop, di mana kovelit umumnya mengganti kalkopirit dan goetit mengganti pirit. Assay dengan metode atomic absorption spectrometry pada sembilan sampel mineralisasi terpilih menghasilkan kadar tertinggi: 98 g/t Au, 275 g/t Ag, 0,61% Cu, 48% Pb, dan 5,35% Zn. Studi temperatur stabilitas mineral-mineral alterasi hidrotermal mengungkap bahwa mineralisasi terbentuk pada kisaran temperatur sekitar 200-320oC, dari fluida hidrotermal yang ber-pH hampir netral hingga sedikit asam.

Nama

Email

Komentar

  CAPTCHA code

Masukkan kode diatas