Model Supply Demand Sumberdaya Agregat Sungai Jeneberang, Sulawesi Selatan

Pada penelitian ini supply agregat berasal dari perusahaan-perusahaan pertambangan yang beroperasi di Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa untuk memenuhi demand Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Agregat terdiri dari pasir, batu kali, sirtu danbatu pecah yang merupakan material utama bagi aktivitas pembangunan rumah, kantor dan infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan. Jumlah supply (penawaran) agregat tergantung kepada jumlah produksi dari perusahaan pertambangan yang beroperasi dan jumlah demand (permintaan) material yang menggambarkan indeks kegiatan ekonomi suatu wilayah atau bangsa dimana pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan demand, sehingga perubahan struktural ekonomi daerah digambarkan oleh intensitas penggunaan material. Oleh karena itu, permintaan agregat berhubungan langsung dengan laju pembangunan, pendapatan per kapita dan pertumbuhan jumlah penduduk. Prediksi jumlah supply dan demand sangat penting karena salah perhitungan akan menyebabkan terjadinya anomali pasar seperti harga material turun dan kelangkaan agregat. Metode pengumpulan data terdiri dari studi literatur (desk study) dari instansi terkait yaitu Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa dan Makassar dan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Gowa. Analisis data menggunakan metode ekonometri regresi linear dan regresi berganda dengan variabel-variabel bebas harga, jumlah penduduk, pendapatan per kapita dan PDRB. Dari penelitian ini diperoleh model supply ???????? = -5.520.120,08 + 91,863 P dan model demand ???????? = 127.286.232,1 – 101,898 P – 220,039 Pddk – 8,554 Pdptn + 18,069 PDRB dan ???????? = 405305059,9 – 294,411 P – 333,694 Pddk – 6,940 Pdptn + 6,889 PDRB.

Nama

Email

Komentar

  CAPTCHA code

Masukkan kode diatas