Barang Publik Perkotaan

BARANG PUBLIK

  1. Defenisi Barang Publik

Secara umum barang publik biasa dipahami sebagai sesuatu yang dapat dinikmati atau dibutuhkan oleh semua orang. Suatu barang publik merupakan barang-barang yang tidak dapat dibatasi siapa penggunanya dan sebisa mungkin bahkan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Defenisi barang publik yang paling umum menekankan pada dua atribut yang kelihatannya menjadi karakteristik dari banyak barang yang diproduksi pemerintah yang bersifat non eksklusif atau non excludable dan non rivalry.

  1. Jenis Barang Publik

Barang berdasarkan karakteristik barang dan jasa terdiri dari lima jenis, yaitu:

a. Barang publik murni

Barang publik merupakan barang-barang yang tidak dapat dibatasi siapa penggunanya dan sebisa mungkin bahkan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Barang publik adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut.

Barang publik adalah untuk masyarakat secara umum (keseluruhan). Contoh: jalan raya merupakan barang publik, kebanyaknya pengguna jalan tidak akan mengurangi manfaat dari jalan tersebut, semua orang dapat menikmati dan manfaat dari jalan raya (noneksklusif); dan jalan raya dapat digunakan pada waktu bersamaan. Istilah barang publik sering digunakan pada barang yang non-eksklusif dan barang non-rival. Hal ini berarti bahwa tidak mungkin bisa mencegah seseorang untuk tidak mengonsumsi barang publik. Dan udara juga dapat dimasukkan sebagai contoh barang publik karena secara umum tidak mungkin mencegah seseorang untuk tidak menghirup udara. Barang-barang yang demikian itu sering disebut sebagai barang publik murni.

Barang publik memiliki sifat non-rival dan non-eksklusif/non-excludable. Barang publik disediakan pemerintah dan swasta dan harus diatur distribusi barang tersebut.

a. Barang semi publik

Barang semi publik merupakan barang yang dari aspek penggunaanya non rivalry tetapi biaya namun ketika konsumen mengkonsumsi secara berlebihan maka akan timbul kebosanan, misalnya : laut, padang gembala taman, klub olah raga. Barang semi publik disediakan oleh pemerintah maupun swasta

b. Barang semi privat

Barang semi privat merupakan barang yang penggunaannya bersifat rivalry, tetapi pemanfataan tidak bersifat exlusive. Misalnya: rumah sakit, pemancar radio, rumah sakit swasta, sekolah swasta, dan siaran televisi khusus. Barang semi private disediakan oleh pemerintah maupun swasta.

c. Barang privat

Barang private bersifat rivalry yaitu adanya persaingan penggunaan (konsumsi) dan excludable/exlusive yaitu adanya pengorbanan untuk mendapatkannya. Konsumsi suatu barang privat oleh satu konsumen akan mengurangi atau menghilangkan kesempatan pihak lain untuk melakukan hal serupa. Terjadi persaingan atau rivalitas antar calon konsumen dalam mengkonsumsi barang ini.

Suatu barang dapat dibatasi hanya pada mereka yang memenuhi persyaratan tertentu (biasanya harga), dan mereka yang tidak membayar atau tidak memenuhi syarat dapat dikecualikan dari akses untuk mendapatkan barang tersebut (excludable). Contohnya, pakaian di toko hanya dapat dinikmati oleh mereka yang membeli atau membayar, sementara mereka yang tidak membayar tidak dapat menikmati pakaian tersebut. Kondisi ini juga terjadi pada kebutuhan mobil dan pakaian.

Selain kedua sifat tersebut, terdapat pula sifat Scarcity, yaitu kelangkaan atau keterbatasan dalam jumlah. Kelangkaan dan ketersediaan inilah yang menimbulkan kedua sifat sebelumnya yaitu memiliki nilai persaingan dan ekslusif.

Barang privat biasanya memang diadakan untuk mencari profit atau laba sehingga pengadaannya dilakukan oleh pihak swasta. Karena sifat-sifatnya tadi, barang privat dapat menjaga efisiensi pasar dalam pengadaannya. Efisiensi inilah yang menarik minat sektor swasta dan menimbulkan pemahaman bahwa barang privat adalah barang yang diproduksi oleh sektor swasta.

d. Barang Merit

Barang merit adalah komoditi atau jasa yang menjadi kebutuhan individu atau masyarakat tanpa berkaitan dengan kemampuan untuk membayar ataupun kemauan untuk membayar. Misalnya: tempat tinggal untuk orang miskin, pendidikan dan kesehatan. Seharusnya barang merit dipenuhi oleh Negara.

  1. Sifat Barang Publik

Barang publik berdasarkan penggunaannya memiliki dua sifat penggunaannya, yaitu:

a. Non-rivalry

Non-rivalry dalam penggunaan barang publik berarti bahwa penggunaan satu konsumen terhadap suatu barang tidak akan mengurangi kesempatan konsumen lain untuk juga mengkonsumsi barang tersebut. Setiap orang dapat mengambil manfaat dari barang tersebut tanpa mempengaruhi menfaat yang diperoleh orang lain. Jadi, barang-barang non-rivalri adalah barang dimana manfaatnya dapat diberikan bagi pengguna tambahan dengan biaya marjinal nol. Pada sebagian besar barang, tambahan jumlah konsumsi membutuhkan sejumlah biaya produksi marjinal. Misalkan tambahan pemirsa pada satu saluran televisi tidak akan menambah biaya meskipun tindakan ini menyebabkan terjadinya tambahan konsumsi. Konsumsi oleh tambahan pengguna dari barang semacam itu adalah non-rivalri (tidak ada persaingan) sehingga tambahan konsumsi tersebut membutuhkan biaya marjinal sosial dari produksi sebesar nol, konsumsi tersebut tidak mengurangi kemampuan orang lain untuk mengkonsumsi. Contoh lain, dalam kondisi normal, apabila kita menikmati udara bersih dan sinar matahari, orang-orang di sekitar kita pun tetap dapat mengambil manfaat yang sama, atau apabila kita sedang mendengar adzan dari sebuah mesjid misalnya, tidak akan mengurangi kesempatan orang lain untuk ikut mendengarnya.

b. Non-excludable

Sifat non-excludable barang publik ini berarti bahwa apabila suatu barang publik tersedia, tidak ada yang dapat menghalangi siapapun untuk memperoleh manfaat dari barang tersebut atau dengan kata lain, setiap orang memiliki akses ke barang tersebut. Dalam konteks pasar, maka baik mereka yang membayar maupun tidak membayar dapat menikmati barang tersebut. Sebagai contoh, masyarakat membayar pajak yang kemudian diantaranya digunakan untuk membiayai penyelenggaraan jasa kepolisian misalnya, akan tetapi yang kemudian dapat menggunakan jasa kepolisian tersebut tidak hanya terbatas pada yang membayar pajak saja. Mereka yang tidak membayar pun dapat mengambil menfaat atas jasa tersebut. Singkatnya, tidak ada yang dapat dikecualikan (excludable) dalam mengambil manfaat atas barang publik.

Sebuah barang publik disebut sebagai pure public goods atau barang publik sempurna/murni apabila memiliki dua sifat ini secara absolut. Sifat barang publik juga dapat dilihat pada gambar.

Beberapa masalah yang biasa timbul pada pengadaan barang publik, antara lain:

a. Pemanfaatan barang publik cenderung berlebihan

b. Barang publik kurang memiliki harga. Hal ini disebabkan antara lain sulitnya menentukan standar harga atau karena barang publik yang tidak diperdagangkan.

c. Tidak adanya keuntungan membuat orang-orang tidak mau untuk menyediakannya ataupun melestarikannya. Dengan adanya pajak yang ditarik oleh pemerintah, dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk penyediaan barang publiknya.

 

4. Kesimpulan

Berdasarkan karakteristik, jenis barang meliputi: barang publik murni, barang semi publik, barang semi privat, barang privat, dan barang merit. Barang publik adalah Barang yang penggunaannnya dialokasikan secara umum atau barang yang tidak dapat dibatasi penggunanya dan tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya. Barang publik memiliki sifat non-rivalry atau tidak ada persaingan dan non-excludable atau tidak ada pengkhususan dalam mengakses barang tersebut.

 

Daftar Pustaka

Nasrudin, Rus’an. 2013. Barang Publik. Materi Kuliah Barang Publik Departemen Ilmu Ekonomi FEUI.

Prasetya, Ferry. 2012. Modul Ekonomi Publik Bagian V: Teori Barang Publik. Malang: Universitas Brawijaya.

Sijabat, Bettrawen dan Sweetta Wulandari. 2014. Barang Publik (Sifat Barang Publik dan Perbedaannya dengan Barang Privat). Bahan Ajar Seminar Keuang Publik D IV Akuntansi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Daftar Kata Penting

Publik                   

:

Bersifat umum, atau berlaku umum, atau digunakan untuk kepentingan orang banyak

Barang publik (public goods)

:

Barang yang penggunaannnya dialokasikan secara umum atau barang yang tidak dapat dibatasi penggunanya dan tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.

Barang privat (private goods)

:

Barang yang penggunaannnya dialokasikan secara terbatas, sehingga tidak semua dapat mengaksesnya dan ada biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.

Barang publik murni

:

Barang yang dari aspek penggunaanya, bersifat tidak ada persaingan (non rivalry) dan tidak pada pengorbanan/syarat (non excludable) untuk mendapatkannya.

Barang semi publik

:

barang yang dari aspek penggunaanya non rivalry tetapi biaya namun ketika konsumen mengkonsumsi secara berlebihan maka akan timbul kebosanan

Barang semi private

:

barang yang penggunaannya bersifat rivalry, tetapi pemanfataan tidak bersifat exlusive

Barang private

:

bersifat rivalry yaitu adanya persaingan penggunaan (konsumsi) dan exlusive yaitu adanya pengorbanan untuk mendapatkannya

Barang merit

:

Barang yang disediakan tanpa berkaitan dengan kemampuan atau kemauan untuk membayar seperti tempat tinggal bagi orang yang miskin.  Barang merit selayaknya disediakan oleh Negara.

Excludable/exclusive

:

Sifat barang yang memiliki pengkhususan dalam penggunaannya.

Non excludable/ non exclusive

:

Sifat barang yang bermakna semua orang dapat memanfaatkannya, memperolehnya atau memiliki akses menggunakan ke barang tersebut.

Rivalry

:

Sifat barang yang memiliki nilai persaingan

Non rivalry

:

Sifat barang yang bermakna semua orang dapat mengambil manfaat dari barang tersebut tanpa mempengaruhi atau mengurangi kesempatan orang lain untuk mengkonsumsinya, seperti udara segar.

Efisien

:

Pencapaian target dengan menggunakan input (biaya) yang sama untuk menghasilkan output (hasil) yang lebih besar.

Efektif

:

Pencapaian tujuan/target dalam batas waktu yang sudah ditetapkan tanpa sama sekali memperdulikan biaya yang sudah dikeluarkan.

Akuntabel

:

Dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik sumber inputnya , prosesnya, maupun peruntukan/pemanfaatan outputnya.

 

Nama

Email

Komentar

  CAPTCHA code

Masukkan kode diatas