Kegiatan Sakura Science 2017 di Ehime University, Jepang

JST (Japan Science and Technology Agency) melihat perlu adanya kontribusi dari mereka kepada dunia luar untuk ikut terlibat dalam kemajuan bersama di bidang ilmu dan teknologi. Maka, salah satu program yang diluncurkan adalah Sakura Exchange Program in Science (Sakura Science Program), sebuah program yang melingkupi pertukaran pelajar di kawasan Asia di bidang sains dengan konsep Japan-Asia Youth Exchange Program in Science. Latar belakang terbentuknya program ini adalah untuk mendukung kemajuan ilmu dan teknologi di kawasan Asia, demi terbentuknya masa depan yang cerah. Tujuan program ini adalah bersasar kepada minat dan ketertarikan pemuda-pemudi Asia terhadap ilmu dan teknologi, agar timbul tekad dari dalam diri mereka untuk lebih menggali kemampuan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. Salah satunya caranya adalah dengan mengadakan mengundang pelajar atau mahasiswa untuk datang ke Jepang dan melihat secara langsung kemajuan ilmu dan teknologinya. Selain itu agar pelajar atau mahasiswa dapat belajar dan mendapatkan serangkaian penngetahuan tentang sains. Negara-negara yang dapat terjun ke dalam program ini ada 15, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, RRC, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Laos, Mongolia, Myanmar, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Adapun kalangan yang dapat mengikuti program ini terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, peneliti postdoctoral, dan juga guru. Batasan umurnya adalah tidak lebih dari 40 tahun.

Universitas hasanuddin memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan universitas ehime jepang dalam program sakura science dengan tema geo-disaster yang melibatkan lima partisipan yaitu: Hedianto (Teknik Geologi), Ramli (Teknik Geologi), Widian Fitrawulan Darwis (Perencanaan Wilayah Kota) Suci Anugrah Darwis (Perencanaan Wilayah Kota) Andini Dani Ahmad (Teknik Elektro) yang berdurasi 10 hari di matsutama, ehime, jepang

Nama

Email

Komentar

  CAPTCHA code

Masukkan kode diatas