Sosialisasi Sistem Keselamatan Penumpang Angkutan Penyeberangan Bira-Pamatata

  • Sabaruddin Rahman Departemen Teknik Kelautan UNHAS
Keywords: Abandon ship, ferry, maintenance, safety induction, safety procedure

Abstract

Kecelakaan KMP. Lestari Maju yang terjadi pada tanggal 3 Juli 2018 mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Kecelakan tersebut diakibatkan oleh air yang naik ke geladak kendaraan karena gelombang tinggi. Jatuhnya korban jiwa diakibatkan kurangnya pemahaman penumpang terkait prosedur keselamatan di atas kapal saat terjadi kecelakan. Hal ini didasarkan dari hasil penyelidikan KNKT yang menjelaskan bahwa penumpang panik dan terjadi perebutan jaket penolong sehingga beberapa penumpang tidak sempat mengenakan jaket penolong. Padahal berdasarkan data fasilitas keselamatan di atas kapal, jumlah jaket penolong mencukupi untuk jumlah penumpang yang ada saat terjadi kecelakaan. Selain itu, tidak ada instruksi dari awak kapal untuk terjun ke laut sehingga penumpang menyelamatkan diri masing-masing. Bahkan ada yang terjun ke laut tanpa mengenakan jaket penolong. Dari hasil investigasi KNKT tersebut pula ditemukan bahwa awak kapal tidak pernah melakukan pelaksanaan safety drill terutama pelatihan keselamatan orang meninggalkan kapal (abandon ship). Kurangnya penerapan ISM Code dan pengawasan terhadap kinerja awak kapal berimbas pada kurangnya kesigapan awak kapal pada saat terjadi kecelakaan.

Melalui kegiatan ini dilaksanakan sosialisasi prosedur keselamatan di atas sarana angkutan penyeberangan Bira-Pamatata. Sebelum dilakukan sosialisasi, terlebih dahulu dilakukan survey untuk mengetahui kondisi eksisting alat keselamatan di atas kapal dan juga untuk mengetahui informasi yang belum terkomodir dalam prosedur keselamatan di atas kapal.

Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan, diketahui bahwa sekitar 45% responden menggunakan jasa angkutan penyeberangan tidak lebih dari tiga kali dalam dua tahun terakhir. Responden tersebut umumnya memiliki pemahaman yang relatif rendah terhadap prosedur keselamatan di atas kapal. Untuk itu pelaksanaannya harus dilaksanakan setiap kapal akan berangkat.  Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman responen cenderung memaik setelah dilakukan pelaksanaan sosialisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DNVGL, (2016). Class Guideline – Maintenance of safety equipment.
Erlani dan Nardilla, T., (2018). Kondisi sanitasi kapal penumpang ferry di wilayah kerja pelabuhan Bira kec. Bonto Bahari kab. Bulukumba. Jurnal Sulolipu, Vol. 18 No. I, h. 9-14.
Faturachman, D., Muslim, M. dan Sudrajad, A., (2015). Analisis keselamatan transportasi penyeberangan laut dan antisipasi terhadap kecelakaan kapal di Merak-Bakauheni. Jurnal Teknik Mesin Untirta, Vol. I, No. 1, h. 14-21.
KNKT, (2018). Laporan Investigasi Kecelakaan Pelayaran, Miringnya Kapal Lestari. Maju (IMO 8720541) di Perairan Pabadilang Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan Republik Indonesia.
Published
2020-06-30
How to Cite
Rahman, S. (2020). Sosialisasi Sistem Keselamatan Penumpang Angkutan Penyeberangan Bira-Pamatata. JURNAL TEPAT : Applied Technology Journal for Community Engagement and Services, 3(1), 39-46. https://doi.org/10.25042/jurnal_tepat.v3i1.121
Section
Community Empowerment through Technology Utilisation