Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Keamanan Konstruksi Bangunan Rumah Tinggal Terhadap Bencana Badai Angin, Banjir dan Gempa

  • Pratiwi Mushar Hasanuddin University
  • Victor Sampebulu
  • Nasruddin -
  • Hartawan -
  • Imriyanti -
  • Teguh Iswara S
  • Taufik Ishak
  • Dahniar -
  • Yusaumi Ramadhanti F.T
Kata Kunci: Banjir, Badai Angin, Gempa, Konstruksi, Masyarakat, Rumah Tinggal

Abstrak

Kawasan di Kabupaten Gowa merupakan kawasan yang perkembangan perumahan dan permukimannya sangat pesat. Beberapa penyebabnya adalah ketersediaan lahan yang masih banyak, semakin sedikitnya ruang membangun di area urban sehingga pembangunan mengarah ke area sub-urban. Hal tersebut memberi peluang bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan ekonominya, pengembang (developer) untuk mendapatkan peluang dalam bisnisnya serta pemerintah untuk mewujudkan program hunian murah. Pembangunan hunian (perumahan dan permukiman) secara swadaya maupun dipegang oleh developer menuntut penyelesaian bangunan yang cepat tanpa mempertimbangkan kelayakan konstruksi bangunan terhadap kondisi tapak, dan bencana alam (banjir, angin dan gempa). Keselamatan dan keamanan bangunan tidak lepas dari topografi dan kondisi tanah sehingga perencanaan bangunan dan lingkungan harus dapat menyesuaikan kondisi geologi, geografi dengan arif dan bijaksana. Tujuan kegiatan yakni sosialisasi untuk membantu masyarakat dalam tanggap terhadap kondisi keamanan rumah yang dibangun secara swadaya/beli siap huni. Mitra adalah masyarakat Kelurahan Balang-Balang. Metode yang digunakan adalah diskusi dengan ketua RT setempat dan survei awal kondisi bangunan mitra dilanjutkan ke tahap sosialisasi. Luaran adalah konsep Model “Bangunan Tanggap Bencana” sebagai pendorong “Kesadaran Masyarakat mengenai Pentingnya Keamanan Konstruksi Bangunan Rumah Tinggal terhadap Bencana (Badai Angin, Banjir, Dan Gempa)”. Manfaat kegiatan adalah tanggapnya masyarakat terhadap pentingnya keamanan kosntruksi rumah tinggal.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Ariyanto, Arief Subakti. (2020). Analisis Jenis Kerusakan Pada Bangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus pada Gedung Apartemen dan Hotel Candiland Semarang). Bangun Rekaprima Vol.06/1/April/2020.
Blagojevi´c, P.; Brzev, S.; Cvetkovi´c, R. (2021). Simplified Seismic Assessment of Unreinforced Masonry Residential Buildings in the Balkans: The Case of Serbia. Buildings 2021, 11, 392. https://doi.org/10.3390/ buildings11090392.
Ch. Koesmartadi, Christian Moniaga, Gustav Anandhita. (2020). Kajian Empiris Kerusakan Konstruksi Atap Akibat Gempa Bumi Kasus: Padang, Halmahera, Aceh, Lombok, Jogja, Palu, NTT. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 9:(1), 26-30 DOI https://doi.org/10.32315/jlbi.9.1.26.
Hardiman, Gagoek. (2016). Kenyamanan dan Keamanan Bangunan Ditinjau Kondisi Tapak, Bahan dan Utilitas. Jurnal Desain dan Konstruksi. Volume 5:1 47-56.
Lieping, Ye., Lu Xinzheng, Lu., Zhe Qu., & Peng, Feng. (2008). Analysis on Building Seismic Damage in the Wenchuan Earthquake. The 14th World Conference on Earthquake Engineering October 12-17, 2008. Beijing, China.
Ndolamb Ngokwey. (2010). Community Based, Best Practices for Disaster Risk Reduction. Prepared Under the UNDP and the European Commission Humanitarian Offi (ECHO) through the Disaster Preparedness Programme (DIPECHO). Regional Initiative in Disaster Risk Reduction. Maputo-Mozambique.
Nuswantoro, Waluyo. (2010). Analisis Jenis Kerusakan Pada Bangunan Perumahan. Jurnal Rekayasarancang Bangun, Volume 11 Nomor 1, Juni 2010: 1 – 14
Tamara, Max. (2011). Evaluasi Kerusakan Bangunan Akibat Gempa Besar. Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol. 1, No. 1. Maret 2011 ISSN 2087-9334 (1-9).
Teddy, Livian dan Hardiman, Gagoek. (2018). The Soft Story Challenge to Architectural Design in Earthquake-Prone Areas. Jurnal Kejuruteraan 30(2):141-151http://dx.doi.org/10.17576/jkukm-2018-30(2).
UUD, (1945). Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 (h).
Diterbitkan
2021-12-29
Bagian
Community Empowerment through Health Awareness in the New Normal