Implementation of Aquatic Environmental Monitoring Technology in Solar-Powered Seaweed Cultivation to Optimize the Productivity of the Masempo Dalle Fishermen Group, Pinrang Regency
Abstrak
Kelurahan Watang Suppa, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut, namun Kelompok Nelayan Masempo Dalle masih menghadapi berbagai kendala, khususnya keterbatasan dalam memantau kondisi lingkungan perairan secara real-time. Keterbatasan metode konvensional berbasis pengamatan visual dan pengalaman empiris menyebabkazn rendahnya akurasi dalam menentukan kesesuaian lahan budidaya, yang berimplikasi pada fluktuasi hasil panen serta kerugian ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya rumput laut melalui implementasi teknologi pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) dengan dukungan energi surya, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok nelayan dalam pemanfaatan teknologi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, uji coba penerapan teknologi dalam dua tahap, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan nelayan secara signifikan, di antaranya pengetahuan tentang parameter kualitas air meningkat dari 42% menjadi 78%, kesiapan adopsi teknologi dari 40% menjadi 76%, serta pemahaman dasar IoT dari 35% menjadi 75%. Selain itu, kemampuan teknis seperti membaca data sensor naik dari 38% menjadi 78%, pemahaman instalasi perangkat dari 32% menjadi 70%, dan kemampuan perawatan dari 30% menjadi 68%. Uji coba perangkat juga berhasil memberikan data kualitas air yang lebih akurat dan memudahkan nelayan dalam melakukan pemantauan lahan budidaya secara real-time. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian teknologi masyarakat pesisir sekaligus mendukung prinsip budidaya berkelanjutan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Damis, D., Surianti, S., Hasrianti, H., Putri, A. R. S., & Asmidar, A. (2020). Aplikasi sistem informasi geografis dalam penentuan lokasi budidaya rumput laut di pesisir Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. ALBACORE: Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 4(2), 119–124. https://doi.org/10.29244/core.4.2.119-124
Lestari, S. A. (2022). Tata kelola budidaya rumput laut dalam peningkatan ekonomi masyarakat nelayan di Watang Suppa, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang (Skripsi). IAIN Parepare.
Muyasaroh, H. (2025). Sistem Pendeteksi Kualitas Air Berbasis IoT Pada Budidaya Tambak di Desa Karangrejo, Kabupaten Demak (Skripsi). Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
Pahlevi, M. R., Pratama, J., Nurfikriyanto, Y., Ihsan, M. F., & Santoso, G. (2025). Transformasi ekonomi nelayan dan pembudidaya ikan melalui inovasi teknologi dan digitalisasi. JELAWAT: Jurnal Ekonomi Laut dan Air Tawar, 1(1), 32–42.
Radiarta, I. N., & Erlania, E. (2015). Indeks kualitas air dan sebaran nutrien sekitar budidaya laut terintegrasi di perairan Teluk Ekas, Nusa Tenggara Barat: Aspek penting budidaya rumput laut. Jurnal Riset Akuakultur, 10(1), 141–152. https://doi.org/10.15578/jra.10.1.2015.141-152
Rahman, R. (2016). Analisis pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah terhadap usaha rumput laut di Kecamatan Suppa berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Pinrang nomor 11 tahun 2011 tentang penanaman modal daerah (Skripsi). STAIN Parepare.
Rustam, P. (2025). STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUKSI RUMPUT LAUT DAERAH PESISIR DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA BENTENG KECAMATAN MALANGKE (Skripsi). IAIN Palopo.
Walinono, A. R. (2018). MODEL USAHA BERKELANJUTAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI PERAIRAN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT (Skripsi). Universitas Brawijaya.
Yusuf, M. F. (2022). Laju pertumbuhan Gracilaria changii dengan metode long line di muara sungai Dusun Maccini Baji Kabupaten Takalar = Growth rate of Gracilaria changii using long line method at the river estuary of Maccini Baji Hamlet Takalar Regency (Skripsi). Universitas Hasanuddin.


