Fakultas Teknik UNHAS Gelar Diaspora Berdampak, Hadirkan Prof. Sri Kurniawan dari University of California, Santa Cruz
Gowa, 29 September 2026 - Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) menyelenggarakan kegiatan Diaspora Berdampak bertajuk “Development of Robotic and Haptic Devices” pada Selasa (29/9). Bertempat di CSA Building Lantai 1, Fakultas Teknik Unhas, kegiatan ini menghadirkan Prof. Sri Kurniawan, Ph.D., Professor of Computational Media dari University of California, Santa Cruz (UCSC), Amerika Serikat, sebagai guest lecturer.
Kegiatan ini menjadi wadah akademik bagi sivitas akademika Fakultas Teknik untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan terkini di bidang robotika, perangkat haptik, Virtual Reality (VR), Artificial Intelligence (AI), serta teknologi asistif. Kehadiran akademisi internasional turut memberikan perspektif mengenai perkembangan riset, inovasi, dan potensi penerapan berbagai teknologi tersebut dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER. Dalam sambutannya, Prof. Isran menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Sri Kurniawan serta kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman penelitian bersama sivitas akademika Fakultas Teknik.
“Kehadiran Prof. Sri Kurniawan menjadi kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh wawasan langsung mengenai perkembangan teknologi dari akademisi yang aktif melakukan penelitian di tingkat internasional. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membuka ruang diskusi, memperluas jejaring akademik, serta mendorong peluang kolaborasi dan pengembangan riset ke depan,” ujar Prof. Isran.
Ia juga menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk terus mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mengarahkan pemanfaatannya pada penyelesaian berbagai persoalan nyata. Perkembangan robotika, perangkat haptik, kecerdasan buatan, dan teknologi imersif membuka peluang yang semakin luas bagi bidang keteknikan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan rehabilitasi.
Usai sambutan dan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Sri Kurniawan. Mengawali presentasinya, ia memperkenalkan perjalanan riset dan berbagai penelitian yang dikembangkan melalui ASSIST Lab di University of California, Santa Cruz, khususnya dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan manusia.
“Teknologi seharusnya tidak hanya dikembangkan karena kita mampu membuatnya, tetapi juga dengan memahami siapa yang akan menggunakannya dan bagaimana teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka,” ungkap Prof. Sri Kurniawan saat mengawali pemaparannya.
Melalui ASSIST Lab, Prof. Sri Kurniawan bersama timnya mengembangkan berbagai assistive technology dan sistem interaksi manusia-komputer yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna, termasuk individu dengan kebutuhan khusus. Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan pengguna sebagai salah satu pertimbangan utama dalam proses pengembangan teknologi.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Upper-Extremity eXosuit, perangkat robotik yang dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi anggota tubuh bagian atas. Perangkat tersebut dirancang agar fleksibel, ringan, dan portabel sehingga dapat memberikan dukungan terhadap pergerakan pengguna selama proses rehabilitasi.
Selain teknologi robotik, Prof. Sri Kurniawan memaparkan pemanfaatan Virtual Reality dalam mendukung proses rehabilitasi. Salah satunya melalui Project Star Catcher, yang mengadaptasi aktivitas terapi gerak ke dalam lingkungan virtual berbasis permainan. Pendekatan ini mendorong pengguna untuk melibatkan anggota tubuh yang lebih lemah dalam berbagai aktivitas rehabilitasi secara lebih interaktif.
Pemanfaatan teknologi imersif juga dikembangkan untuk mendukung aspek sosial dan emosional. Melalui proyek EmotionVR dan Journey to Recognition, teknologi VR dimanfaatkan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan pengguna berlatih mengenali emosi dan memahami berbagai situasi sosial. Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi interaktif tidak hanya dapat digunakan untuk rehabilitasi fisik, tetapi juga berpotensi mendukung proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan sosial.
Dalam pemaparannya, Prof. Sri Kurniawan turut menjelaskan integrasi berbagai teknologi, mulai dari Artificial Intelligence, machine learning, sensor, wearable technology, cloud computing, hingga extended reality. Integrasi tersebut memungkinkan pengembangan sistem yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna, termasuk dalam mempelajari pola interaksi, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan pengalaman berdasarkan karakteristik pengguna.
Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah fasilitas dan perangkat yang digunakan dalam penelitian di ASSIST Lab, seperti CAVE, motion capture, teknologi extended reality, wearable and sensing devices, custom hardware, serta berbagai game engine dan bahasa pemrograman. Beragam fasilitas tersebut mendukung pendekatan multidisiplin dalam pengembangan sistem interaktif dan teknologi asistif.
Selain aspek teknologi, Prof. Sri Kurniawan menyoroti pentingnya kolaborasi dalam proses pengembangan teknologi asistif. Penelitian di bidang ini tidak hanya melibatkan akademisi dan peneliti, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pengguna, komunitas, institusi kesehatan, serta mitra industri agar teknologi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Sesi ini menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa dan dosen untuk memperdalam pemahaman mengenai robotika, perangkat haptik, VR, AI, dan teknologi asistif, sekaligus mendiskusikan berbagai peluang pengembangan dan penerapannya dalam kegiatan penelitian maupun pendidikan.
Melalui penyelenggaraan Diaspora Berdampak, Fakultas Teknik terus memperkuat pertukaran pengetahuan dan jejaring akademik dengan akademisi serta institusi internasional. Kehadiran Prof. Sri Kurniawan dari University of California, Santa Cruz, memberikan kesempatan bagi sivitas akademika Fakultas Teknik untuk memperoleh perspektif langsung mengenai perkembangan riset teknologi interaktif dan asistif serta penerapannya dalam mendukung kebutuhan manusia.
Kegiatan Diaspora Berdampak ini diharapkan dapat memperkuat budaya akademik, kolaborasi, dan inovasi di lingkungan Fakultas Teknik, sekaligus mendorong mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan penelitian yang menghubungkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat.



