F a k u l t a s   T e k n i k   U n h a s
Dirham · 1 Oktober 2026

FT-Unhas dan NTU-Singapore Hadirkan Pengalaman Belajar Global melalui Pembelajaran Multidisipliner dan Pertukaran Budaya

Makassar, 30 September 2026 — Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FTUH) memperkuat jejaring akademik internasional melalui rangkaian kerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapore dalam Semester Awal Tahun Akademik 2026/2027. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui NTU–UNHAS Collaborative Multidisciplinary Course on Environmental Challenges, Energy Transition & Sustainability, sekaligus agenda Cultural Exchange yang mempertemukan mahasiswa kedua institusi dalam ruang pembelajaran dan interaksi lintas budaya.

Kegiatan Guest Lecture NTU–UNHAS Collaborative Multidisciplinary Course telah dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026 di Exhibition Hall Gedung Center of Technology (CoT) Fakultas Teknik Unhas. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program akademik yang dirancang untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui pendekatan multidisipliner, khususnya dalam memahami tantangan lingkungan, transisi energi, dan keberlanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sambutan Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER. Agenda kemudian dilanjutkan dengan Guest Lecture & Simulation Game, serta sesi konsultasi proyek bersama narasumber dan tim pengampu.

Salah satu aspek penting dalam program ini adalah penggunaan pembelajaran berbasis pengalaman melalui kombinasi guest lecture, simulation game, dan project consultation session. Format tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa tidak hanya untuk memperoleh perspektif akademik dari lingkungan internasional, tetapi juga untuk mengembangkan pemahaman melalui simulasi serta mendiskusikan proyek secara langsung bersama narasumber dan tim pengampu.

Dalam konteks isu global, pendekatan multidisipliner menjadi relevan karena persoalan lingkungan dan transisi energi tidak berdiri pada satu bidang keilmuan. Tantangan keberlanjutan membutuhkan keterhubungan antara pengetahuan teknik, pengelolaan sumber daya, inovasi teknologi, kebijakan, serta kemampuan memahami dampak sosial dan lingkungan. Kehadiran tema Environmental Challenges, Energy Transition & Sustainability dalam program kolaboratif ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat persoalan tersebut secara lebih komprehensif.

Narasumber dalam sesi Guest Lecture & Simulation Game adalah Dr. Swati Sharma, yang juga terlibat dalam sesi Project Consultation Session bersama tim pengampu. Struktur kegiatan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan antara penyampaian pengetahuan, pengalaman pembelajaran, dan pengembangan proyek mahasiswa.

Kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan akademik di ruang kelas. Berdasarkan penyampaian Universitas Hasanuddin, NTU juga melaksanakan kunjungan ke Kota Makassar pada 28 September hingga 2 Oktober 2026, dengan salah satu rangkaiannya berupa agenda Cultural Exchange. Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin diminta menjadi host untuk kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026 bersama mahasiswa dan peserta program NTU.

Agenda Cultural Exchange dirancang sebagai wadah interaksi dan pertukaran budaya antara mahasiswa Universitas Hasanuddin dan peserta NTU. Selain memperkenalkan lingkungan akademik, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan aktivitas kemahasiswaan dan budaya lokal kepada peserta dari NTU.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi tidak hanya berlangsung melalui pertukaran pengetahuan akademik, tetapi juga melalui interaksi antarmahasiswa. Pertemuan lintas budaya dapat memperluas perspektif mahasiswa dalam memahami cara belajar, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan komunitas akademik dari latar belakang berbeda.

Bagi Fakultas Teknik Unhas, kolaborasi dengan NTU juga memperkuat posisi lingkungan akademik sebagai ruang yang menghubungkan pembelajaran, inovasi, jejaring internasional, dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pengalaman mengikuti pembelajaran multidisipliner dan interaksi internasional diharapkan dapat memperkaya kompetensi mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan proyek yang relevan dengan agenda keberlanjutan.

Melalui kesinambungan antara multidisciplinary course, pengembangan proyek, dan pertukaran budaya, kerja sama FTUH–NTU diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa serta membuka peluang penguatan kolaborasi internasional pada masa mendatang. Rangkaian ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap pengetahuan global, inovasi, dan kolaborasi lintas institusi.