F a k u l t a s   T e k n i k   U n h a s
Dirham · 14 Oktober 2026

Pelatihan CATALYST FTUH Integrasikan Generative AI dan Analisis Bibliometrik untuk Perkuat Publikasi Internasional

Gowa, 12 Oktober 2026 – Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FTUH) menyelenggarakan Pelatihan CATALYST bertema Network Analysis & Narrative Review pada Jurnal Internasional Berbantuan Generative AI pada 12–16 Oktober 2026 di Exhibition Hall, Lantai Dasar Gedung Center of Technology (CoT) Fakultas Teknik Unhas, Gowa. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa pascasarjana dalam menghasilkan artikel ilmiah yang sistematis, berbasis bukti, serta memiliki kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pelatihan ini mengintegrasikan strategi penelusuran literatur ilmiah, analisis bibliometrik, pemetaan jejaring publikasi, sintesis kritis hasil penelitian, dan pemanfaatan kecerdasan buatan generatif (Generative AI) dalam proses penyusunan artikel. Melalui pendekatan tersebut, peserta diarahkan untuk tidak sekadar mengumpulkan referensi, tetapi juga mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap), merumuskan kebaruan (novelty), serta membangun argumentasi ilmiah yang kuat untuk publikasi pada jurnal internasional.

Mengembangkan Publikasi Ilmiah Berbasis Data dan Kebaruan Penelitian

Pelatihan CATALYST dirancang dalam rangkaian kegiatan intensif selama lima hari, mulai dari perumusan gagasan penelitian hingga penyempurnaan manuskrip yang siap diarahkan untuk proses pengiriman ke jurnal sasaran.

Pada hari pertama, peserta memulai kegiatan dengan merumuskan topik, pertanyaan penelitian (research question), kesenjangan penelitian, dan kebaruan artikel. Tahapan ini menjadi fondasi penting dalam penulisan artikel ilmiah karena menentukan posisi penelitian terhadap perkembangan pengetahuan yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Peserta kemudian mempelajari strategi pencarian literatur menggunakan kata kunci, operator Boolean, dan basis data bereputasi. Artikel yang terkumpul selanjutnya melalui proses seleksi dan kurasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Metadata publikasi dibersihkan dan distandardisasi untuk membentuk korpus literatur yang relevan sebagai dasar analisis.

Salah satu aspek penting dalam tahapan ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan generatif untuk membantu proses seleksi dan kurasi literatur. Penggunaan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung efisiensi pengolahan informasi, sementara ketepatan pemilihan sumber dan relevansi bukti tetap memerlukan penilaian akademik yang cermat.

Peserta juga diperkenalkan pada analisis bibliometrik menggunakan RStudio dan Bibliometrix untuk mengidentifikasi tren publikasi, produktivitas penelitian, serta perkembangan tema-tema ilmiah. Hasil analisis ini membantu peneliti memahami lanskap pengetahuan pada bidang yang dikaji dan menemukan peluang penelitian yang masih terbuka.

Network Analysis untuk Memetakan Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Pada hari kedua, pelatihan berfokus pada network analysis menggunakan VOSviewer. Melalui pendekatan ini, peserta mempelajari pemetaan hubungan antarpublikasi, penulis, dan tema penelitian melalui analisis co-authorship, co-occurrence, co-citation, serta bibliographic coupling.

Visualisasi jejaring tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan suatu bidang keilmuan. Peneliti dapat menelusuri pola kolaborasi antarpenulis, keterkaitan kata kunci, serta hubungan intelektual di antara publikasi yang menjadi rujukan penelitian.

Informasi yang dihasilkan tidak berhenti pada visualisasi data. Peserta diarahkan untuk menginterpretasikan temuan bibliometrik sebagai bukti pendukung dalam penyusunan narrative review. Selanjutnya, hasil penelitian terdahulu dibandingkan untuk mengidentifikasi pola, persamaan, perbedaan, kontradiksi, dan trade-off di antara berbagai pendekatan ilmiah.

Proses tersebut menjadi landasan untuk menyusun tabel perbandingan, visualisasi, dan pembahasan berdasarkan tema. Dengan demikian, artikel yang dihasilkan diharapkan tidak hanya merangkum penelitian terdahulu, tetapi juga menyajikan sintesis kritis yang memperlihatkan hubungan antartemuan, kontribusi ilmiah, dan arah penelitian selanjutnya.

Pendekatan ini penting karena kualitas artikel tinjauan ilmiah tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya referensi yang digunakan. Nilai akademiknya juga terletak pada kemampuan penulis mengevaluasi bukti, menjelaskan keterbatasan pengetahuan yang tersedia, serta membangun argumentasi yang menghasilkan pemahaman baru.

Dari Penyusunan Draf hingga Kesiapan Pengiriman ke Jurnal

Memasuki hari ketiga, peserta melanjutkan penyusunan manuskrip secara mandiri dengan pendampingan fasilitator. Fokus kegiatan mencakup penyempurnaan bagian Introduction dan Method, penyusunan Results, serta pengembangan Discussion dan sintesis kritis. Pada tahap ini, peserta ditargetkan menyelesaikan sekitar 70–80 persen draf artikel.

Hari keempat diarahkan pada integrasi seluruh bagian manuskrip menjadi naskah yang utuh dan koheren. Peserta memperkuat konsistensi argumentasi, memperjelas kesenjangan dan kebaruan penelitian, menyempurnakan tabel serta visualisasi jejaring, dan memeriksa kesesuaian sitasi dengan referensi. Melalui sesi manuscript clinic, peserta juga memperoleh kesempatan untuk berkonsultasi mengenai substansi, analisis, dan struktur penulisan. Target pada tahap ini adalah manuskrip mencapai 90–95 persen penyelesaian dan siap menjalani pengendalian mutu.

Pada hari kelima, kegiatan difokuskan pada quality control dan finalisasi artikel. Peserta melakukan pemeriksaan konsistensi data, tabel, gambar, sitasi, referensi, serta struktur manuskrip. Penyempurnaan bahasa akademik dilanjutkan dengan peer review antarpeserta menggunakan daftar periksa kualitas artikel.

Tahap akhir mencakup penentuan jurnal sasaran, penyesuaian naskah dengan pedoman penulis, penyusunan cover letter, dan pemeriksaan kelengkapan dokumen pengiriman. Rangkaian tersebut ditutup dengan evaluasi hasil kegiatan dan penyusunan jadwal pengiriman artikel.

Target akhirnya adalah tersedianya manuskrip narrative review yang lengkap dan siap diarahkan untuk proses submission, disertai hasil analisis bibliometrik dan jejaring, tabel serta gambar final, referensi, jurnal sasaran, cover letter, dan daftar periksa pengiriman.

Kolaborasi Akademik untuk Memperkuat Reputasi Fakultas

Berdasarkan daftar peserta dalam dokumen kegiatan, pelatihan ini melibatkan mahasiswa program magister dan doktor dari berbagai bidang di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, termasuk Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknologi Kebumian dan Lingkungan, Informatika, Teknik Geologi, Teknik Perkapalan, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Kelautan, Teknik Industri, serta Teknik Pertambangan.

Keterlibatan peserta dari berbagai bidang keilmuan membuka peluang pertukaran perspektif dan pengembangan pendekatan penelitian yang lebih beragam. Kolaborasi lintas disiplin menjadi relevan dalam menjawab persoalan teknologi dan pembangunan yang semakin kompleks, yang sering kali membutuhkan kontribusi dari beberapa bidang keahlian sekaligus.

Pelatihan CATALYST juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang menempatkan ketelitian metodologis, penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, dan kualitas publikasi sebagai unsur penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pemanfaatan Generative AI dan perangkat analisis ilmiah diharapkan dapat membantu peneliti bekerja lebih sistematis, tanpa mengesampingkan integritas akademik, validasi sumber, dan tanggung jawab penulis terhadap isi artikel.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin diharapkan semakin memperkuat kapasitas sumber daya akademiknya dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas, memperluas jejaring kolaborasi penelitian, dan meningkatkan kontribusi keilmuan pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, peningkatan kualitas publikasi diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi institusi, tetapi juga memperluas pemanfaatan hasil penelitian untuk pengembangan teknologi dan penyelesaian persoalan masyarakat. Dengan menghubungkan analisis literatur, sintesis kritis, dan pemanfaatan teknologi digital, Pelatihan CATALYST menjadi langkah strategis dalam mendorong riset yang lebih terarah, inovatif, dan berdampak.