F a k u l t a s   T e k n i k   U n h a s
Dirham · 10 Oktober 2026

Roadmap Teknologi Nasional Jadi Acuan Transformasi Pengembangan Fakultas Teknik Unhas

Makassar, 7 Oktober 2026 — Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) memperkuat arah transformasi pendidikan, riset, dan pengembangan keilmuan teknik melalui Kick-Off Meeting Pengembangan Fakultas Teknik UNHAS dengan tema “Roadmap Pencapaian Teknologi Nasional sebagai Acuan Pengembangan Fakultas Teknik UNHAS.” Kegiatan yang menghadirkan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., sebagai keynote speaker, menjadi forum strategis untuk mempertemukan kebutuhan teknologi dan industrialisasi nasional dengan arah pengembangan pendidikan tinggi teknik di Universitas Hasanuddin.

Kegiatan yang berlangsung di Exhibition Hall Gedung Center of Technology (CoT) Fakultas Teknik Unhas tersebut dihadiri Sekretaris Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Eng. Amiruddin, S.Si., M.Si., yang mewakili Rektor Universitas Hasanuddin, Dekan Fakultas Teknik Unhas Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER, serta jajaran pimpinan dan sivitas akademika Fakultas Teknik Unhas.

Dalam paparannya, Dr. Kaharuddin Djenod memperkenalkan peta peluang teknologi dan industri nasional yang dapat menjadi referensi bagi Fakultas Teknik dalam menyusun arah pengembangan pendidikan dan riset. Materi tersebut menempatkan kebutuhan teknologi nasional dalam sejumlah klaster strategis, antara lain energi, material maju, pertahanan, serta transportasi–infrastruktur–telekomunikasi. Keynote Speech Unhas 7 Oktober …

Perspektif tersebut memberikan sebuah insight penting bagi pendidikan tinggi teknik: pengembangan program studi tidak cukup hanya didasarkan pada perkembangan disiplin ilmu, tetapi juga perlu membaca kebutuhan teknologi yang akan menentukan masa depan industri dan pembangunan nasional.

Menghubungkan Program Studi dengan Kebutuhan Industri Nasional

Salah satu gagasan utama yang ditawarkan dalam forum tersebut adalah pemetaan program pendidikan FT Unhas berdasarkan klaster industrialisasi nasional. Pada klaster energi, misalnya, materi memetakan kebutuhan teknologi mulai dari smart grid, LNG, refinery, petrokimia, biofuel, pupuk, hingga coal to gas. Berdasarkan pemetaan tersebut, Fakultas Teknik diarahkan untuk mengembangkan kesinambungan antara program yang telah tersedia dengan kemungkinan pembukaan bidang keilmuan baru. Keynote Speech Unhas 7 Oktober …

Untuk jenjang sarjana, antara lain diproyeksikan penguatan bidang Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Geologi, Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Informatika, dan Kecerdasan Buatan. Sementara itu, sejumlah bidang baru juga diusulkan, seperti S1 Teknik Kimia, S2 Rekayasa Sistem Energi, S2 Teknologi Proses dan Petrokimia, S2 Rekayasa Nuklir, hingga S3 Teknologi Energi. Keynote Speech Unhas 7 Oktober …

Pada klaster material maju, kebutuhan nasional mencakup mineral kritis, semikonduktor, baterai, nikel, baja, aluminium, dan tembaga. Pemetaan ini kemudian diterjemahkan ke dalam peluang pengembangan bidang keilmuan seperti Teknik Material, Metalurgi dan Material, teknologi baterai, mikroelektronika dan semikonduktor, serta riset material maju. Keynote Speech Unhas 7 Oktober …

Hal serupa terlihat pada klaster pertahanan. Kebutuhan teknologi nasional mencakup kapal pertahanan, kapal selam, drone, sistem bawah air, radar, satelit, hingga sistem otonom. Dalam konteks tersebut, muncul peluang pengembangan bidang seperti S1 Teknik Mekatronika dan Robotika, S2 Rekayasa Sistem Pertahanan, S2 Robotika dan Sistem Otonom, serta S3 Rekayasa Maritim dan Perkapalan. Keynote Speech Unhas 7 Oktober …

Sementara itu, klaster transportasi, infrastruktur, dan telekomunikasi memperlihatkan kebutuhan terhadap teknologi kapal komersial, pelabuhan, jalan dan rel, kawasan industri, 5G, serta digitalisasi. Pemetaan ini membuka peluang pengembangan bidang manufaktur maju, telekomunikasi dan sistem digital, rekayasa transportasi dan logistik, rekayasa lingkungan dan ekonomi sirkular, serta Teknik Industri. Keynote Speech Unhas 7 Oktober …

Dari Pendidikan Teknik Menuju Ekosistem Teknologi

Bagi Fakultas Teknik Unhas, pendekatan tersebut dapat menjadi landasan untuk membangun ekosistem pendidikan dan riset yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri sekaligus persoalan masyarakat. Program studi tidak berdiri sendiri, melainkan dapat dikembangkan sebagai bagian dari rantai inovasi yang menghubungkan pendidikan, penelitian, teknologi, industri, dan pembangunan nasional.

Perspektif ini juga memperkuat posisi Fakultas Teknik Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi teknik di kawasan strategis Indonesia Timur. Kebutuhan industri maritim, energi, mineral, pertahanan, infrastruktur, dan digitalisasi memberikan ruang bagi Unhas untuk menghasilkan sumber daya manusia dan pengetahuan yang relevan dengan agenda pembangunan nasional.

Dalam materi yang disampaikan, PT PAL Indonesia juga menyoroti besarnya peluang industri maritim nasional sekaligus peluang Unhas untuk mengambil peran dalam pengembangan industri maritim di wilayah timur Indonesia. Pada bagian akhir paparannya, Dr. Kaharuddin Djenod menegaskan, “Industri maritim adalah lokomotif yang membawa ekonomi Indonesia melaju kencang. Sekarang adalah waktunya.” Keynote Speech Unhas 7 Oktober …

Pesan tersebut menunjukkan pentingnya hubungan perguruan tinggi dan industri bergerak dari pola kerja sama yang bersifat kegiatan menuju kemitraan strategis berbasis kebutuhan teknologi dan penciptaan nilai.

Melalui Kick-Off Meeting ini, Fakultas Teknik Unhas memiliki pijakan untuk menyusun pengembangan fakultas secara lebih terarah, adaptif, dan berbasis proyeksi kebutuhan nasional. Ke depan, penguatan kurikulum, pengembangan fakultas dan program studi baru, riset unggulan, kolaborasi industri, serta pengembangan kompetensi lulusan diharapkan semakin terintegrasi sehingga menghasilkan inovasi teknologi yang tidak hanya menjawab kebutuhan industri, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan memperkuat kontribusi Universitas Hasanuddin bagi pembangunan Indonesia.