Department of Urban and Regional Planning
UNIVERSITAS HASANUDDIN

Delegasi Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Hasanuddin mengikuti Sakura Science Exchange Program 2023
no image

Setelah jeda pada tahun 2020-2022 akibat pandemi Covid-19, Sakura Science Exchange Program (SSEP) kembali diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2023. Program ini didanai oleh Japan Science and Technology Agency (JST). SSEP adalah salah satu bentuk kegiatan untuk mendukung pencapaian Unhas menjadi World Class University. Kegiatan ini didasari oleh kerjasama antar Universitas Hasanuddin dan Ehime University, Japan yang bertindak sebagai penyelenggara kegiatan. Prof. Netra Prakash Bhandary sebagai Penanggungjawab kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pertukaran informasi dan pengetahuan antara Jepang dengan Indonesia, Nepal, dan Kamboja tentang kebencanaan dan mitigasi bencana. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman kepada partisipan tentang upaya penanganan bencana dan diharapkan ke depan mereka menjadi pemimpin penanggulangan bencana di negara masing-masing.

Departemen PWK Unhas terhitung telah 4 kali berpartisipasi dalam program ini. Selain PWK Unhas yang mewakili Indonesia, peserta lain yang terlibat berasal dari Tribhuvan University Institute of Engineering (Nepal), Institute of Crisis Management Studies (Nepal), dan Royal University of Phnom Penh (Cambodia). PWK mendelegasikan tim yang terdiri dari Dosen Pendamping yaitu Marly Valenti Patandianan, ST., MT., Ph.D dan mahasiswa Prodi Magister PWK: Ichsan Caesar Pratama, Jaynart Hizkia Papalangi, dan Andi Nada Zahirah. Dalam kesempatan ini, tim PWK mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kota Matsuyama, Hiroshima dan Kisarazu, Chiba.

 

Peserta Sakura Science Exchange Program 2023

 

Sakura Science Exchange Program 2023 mengangkat tema “A Workshop Training on Fundamental of Water-induced Disasters and IoT in Disaster Risk Reduction Science and Tecnology”. Kegiatan diawali dengan penjelasan orientasi program dan dilanjutkan dengan perkuliahan oleh Prof. Netra Prakash Bhandary di hari ke-2 terkait kebencanaan seperti dasar ilmu kebencanaan, mitigasi bencana, dan bencana tanah longsor dan gempa bumi di Jepang. Peserta juga disambut dengan welcome party oleh Universitas Ehime. Selanjutnya, partisipan melakukan site visit ke kota Hiroshima untuk melihat kawasan ledakan bom atom dan Hiroshima Peace Memorial Museum. Kunjungan lapangan bertujuan untuk melihat secara langsung bukti sejarah akibat ledakan bom dan menjadi simbol harapan umat manusia untuk perdamaian dunia. Di Hiroshima, peserta juga melakukan site visit lokasi yang dihantam bencana longsor di tahun 2014 dan melihat model penanggulangan bencana berupa Sabo Dam di Asa-Minamiku, Yagi District.

 

Site visit ke Sabo Dam di Lokasi Bencana Longsor Hiroshima 

 

Di hari keempat, peserta mengikuti Workshop pemanfaatan IT dan IoT untuk mewujudkan kota pintar di National Institute of Technoloy, Kisarazu College yang dipandu oleh Prof. Achyut Sapkota. Pada kesempatan ini pula, setiap delegasi negara diberi kesempatan untuk menjelaskan model penanganan bencana di negara masing-masing. PWK Unhas mempresentasikan Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Masamba, Kab. Luwu Utara, mulai dari kronologi bencana hingga peran para pemangku kepentingan dalam penanganan bencana.

 

Presentasi oleh Tim PWK Unhas di Kegiatan Sakura Science Exchage Program 2023


PWK Unhas mempresentasikan kebencanaan di Masamba dan berdiskusi tentang model mitigasi seperti apa yang dapat diadaptasi dari mitigasi bencana di Jepang. Ke depan, semoga PWK Unhas tetap dapat mengikuti kegiatan ini setiap tahun, selain mampu menambah referensi tentang kebencanaan, juga dapat menjalin relasi antar dosen dan mahasiswa dalam lingkup internasional”, ujar Ibu Marly Patandianan. Kegiatan ditutup oleh Dekan Faculty of Collaborative Regional Innovation, Ehime University dan selanjutnya dilakukan penyerahan sertifikat kegiatan kepada seluruh peserta. Kegiatan berakhir pada tanggal 5 Agustus 2023.