Dekan FT Unhas: Institut Teknologi Cita-cita JK yang Belum Terwujud

Di usia ke-60 tahun Fakultas Teknik, Dekan Prof Muhammad Arsyad Thaha mengenang cita-cita Jusuf Kalla yang belum terwujud.

JK selaku ketua Umum IKA Unhas memiliki harapan kehadiran sebuah institusi teknologi di Pulau Sulawesi, menyaingi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Prof Arsyad mengatakan, cita-cita mantan wakil presiden Republik Indonesia itu masih belum terwujud pada Dies Natalis ke-60 Fakultas Teknik Unhas.

"Satu harapan dari Bapak JK yang belum terwujud, yaitu hadirnya institut teknologi mandiri yang bisa menyaingi ITB dan ITS," katanya.

Prof Arsyad mengatakan, pengembangan Fakultas Teknik Unhas jadi institut teknologi akan menjadi pusat pengembangan science techno park atau kawasan sains teknologi di Indonesia Timur.

Menurutnya, pendirian kampus Fakultas Teknik Unhas di Kabupaten Gowa sejak awal diharapkan dapat dikembangkan menjadi sebuah perguruan tinggi baru.

"Sulsel diharapkan punya institut yang bisa saingi ITB dan ITS. Kami tidak bisa jawab, hanya ibu rektor bisa jawab," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan pengembangan Fakultas Teknik jadi sebuah institut adalah harapan sivitas akademika Unhas.

Prof Dwia mengaku tidak pernah melarang ataupun menghalangi pemekaran Fakultas Teknik Unhas.

Ia mengaku mendukung dan ikut bangga atas keinginan tersebut.

"Saya sudah terima proposalnya. Dengan lapang, institut jadi harapan kita semua," kata Prof Dwia.

"Kebanggaan bagi Unhas jika melahirkan anak yang lebih matang. Mari kita akan susun bersama roadmap-nya," tambahnya.

Guru besar bidang sosiologi itu mengatakan, pengembangan Fakultas Teknik Unhas harus melahirkan sebuah perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH).

Harus sama seperti induknya Universitas Hasanuddin yang sudah berstatus PTN-BH.

Menurutnya, pengembangan FT Unhas tidak boleh turun menjadi perguruan tinggi satuan kerja (PTN Satker).

"Kita akan atur bagaimana menjadi perguruan tinggi negeri badan hukum. Karena kalau jadi institut dengan SDM luar biasa jangan berstatus kelembagaan satuan kerja," tambah Prof Dwia.

Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja dan perhatian Menteri Pertanian dalam memajukan teknologi serta mendorong para enginer ambil bagian memajukan pertanian berbasis teknologi modern.

"Kami rindu Pak Menteri berorasi dengan pemikiran-pemikirannya yang cerdas dan penuh terobosan. Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri pada perayaan dies natalis ini," ucapnya.

"Kehadiran Pak Menteri dapat memacu kami di fakultas teknik dan fakultas pertanian untuk terus melahirkan inovasi dan teknologi yang hanya diaplikasi di dunia industri, namun utamanya bagi petani," pintanya.