Tingkatkan Peluang Karier Global, Fakultas Teknik Unhas Gelar Sosialisasi Program Beasiswa Engineering Jepang

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kizuku International Academy sukses menggelar sosialisasi "Program Beasiswa Engineering Jepang" bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni, Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lecture Theater (LT) 2 Gedung CSA ini dihadiri oleh 125 peserta dari berbagai program studi, yakni Teknik Sipil, Mesin, Arsitektur, Elektro, dan Informatika.

Acara dibuka secara resmi oleh Manajer Alumni Fakultas Teknik Unhas, Prof. Ir. Andi Haris Muhammad, ST., MT., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Andi Haris memberikan motivasi kuat kepada para peserta untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan magang maupun berkarir di Jepang. "Pengalaman saya mengunjungi Jepang membuktikan bahwa negara tersebut menawarkan standar kerja dan kehidupan yang sangat maju. Dunia kerja di sana sangat menghargai etos kerja dan pengembangan diri," ungkap Prof. Andi Haris di hadapan para peserta.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset Inovasi, dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Rustan Tarakka, ST., MT., IPM., AER., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, program sosialisasi beasiswa ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan karier lulusan Teknik Unhas di kancah internasional.

"Kami sangat mendukung penuh inisiatif seperti yang dilakukan oleh LPK Kizuku dan Legacy Japan. Bagi kami, ini adalah bentuk nyata dari upaya fakultas untuk menjembatani para alumni dan mahasiswa tingkat akhir agar memiliki akses langsung menuju dunia kerja global, khususnya di Jepang yang dikenal memiliki standar teknologi dan disiplin tinggi," ujar Prof. Rustan.

Lebih lanjut, Prof. Rustan menekankan bahwa kompetensi yang dimiliki mahasiswa Teknik Unhas telah teruji, namun kebutuhan akan adaptasi budaya dan penguasaan bahasa menjadi tantangan yang harus dijawab. Ia berharap sinergi ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

"Harapan saya, para mahasiswa dan alumni dapat memanfaatkan peluang 30 kuota beasiswa ini dengan sebaik-baiknya. Selain mendapatkan pengalaman kerja, mereka juga akan membawa pulang wawasan dan inovasi dari Jepang yang nantinya akan sangat berharga bagi kemajuan industri di tanah air," pungkasnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Pimpinan LPK Kizuku, Ahmad Syukur Jaya, S.T., beserta tim, yang memaparkan peluang dan alur pendaftaran program ini. Sementara itu, Dendi Pongsimpin, S.T., selaku alumni sekaligus pembicara, berbagi wawasan mendalam mengenai tantangan dan keunggulan bekerja di Negeri Sakura.

Menurut Dendi, kunci utama bagi kandidat adalah penguasaan bahasa. "Bahasa adalah syarat mutlak, baru kemudian keterampilan teknis atau skill lainnya menyusul. Namun, yang perlu ditekankan adalah lingkungan kerja di Jepang sangat menghargai manusia. Selain itu, tenaga ahli di bidang engineering mendapatkan posisi yang sangat spesial dan dihargai dengan layak," jelas Dendi.

Program beasiswa yang ditawarkan oleh Legacy Japan ini menyediakan kuota terbatas sebanyak 30 orang bagi putra-putri terbaik lulusan Fakultas Teknik Unhas. Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi paparan hingga sesi tanya jawab, mencerminkan minat yang tinggi dari lulusan teknik untuk mengejar karier di level internasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tingkat akhir dan alumni dapat memiliki gambaran yang lebih konkret dalam merencanakan masa depan mereka dan mampu berkompetisi di kancah global melalui program beasiswa engineering ini.