Dorong Dekarbonisasi Sektor Infrastruktur Air, Ftuh Gandeng Konsorsium Kawasaki City Dan Industri Jepang

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FTUH) menghadirkan solusi akademis yang berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Bertempat di CoT Meeting Room Kampus FTUH Teknik Gowa pada Selasa (28/7/2026), Centre of Technology (CoT) FTUH menyambut kunjungan delegasi tingkat tinggi dari Jepang dalam rangka penjajakan kerja sama strategis City to City Collaboration Project between Kawasaki City and Makassar City for Decarbonization in the Water Infrastructure Sector.

Kunjungan delegasi Jepang tersebut dipimpin langsung oleh Hideaki NISHIMOTO selaku Director Mikuniya Corporation, bersama perwakilan dari Kota Kawasaki (Kawasaki City), CTI Engineering International Co., Ltd., dan PT Daiki Axis Indonesia. Rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Pusat Centre of Technology (Kapus Pustekno) CoT FTUH, Dr.Eng. Faizal, S.T., M.Inf.Tech., M.Eng., dengan didampingi oleh Ketua Departemen Teknik Sipil FTUH, Prof. Dr. Ir. Muhammad Wihardi Tjaronge, S.T., M.Eng., serta Sekretaris Departemen Teknik Sipil FTUH, Dr.Eng. Ir. Bambang Bakri, S.T., M.T., IPU., AER.

Memperkuat Jejaring Historis dan Peran Strategis CoT FTUH

Dalam sambutan pembukanya, Kapus Pustekno CoT FTUH, Dr.Eng. Faizal, ST., M.Inf.,Tech., M.Eng., mengungkapkan kebahagiaan atas kunjungan konsorsium Kota Kawasaki dan jajaran industri Jepang. Beliau menekankan bahwa Kampus FTUH memiliki ikatan emosional dan sejarah panjang yang erat dengan Jepang melalui pendanaan JICA (Japan International Cooperation Agency) serta keberlanjutan program C-Best Project.

"Fakultas Teknik Unhas selalu senang dan bahagia dikunjungi oleh mitra dari Jepang karena Kampus FTUH dibangun atas kerja sama dengan Jepang melalui JICA dan C-Best Project. CoT merupakan interface antara expert yang ada di FTUH dengan kalangan industri (BUMN & Swasta) dan Pemerintah. Kami berharap kerja sama lebih lanjut antara Kawasaki City dengan CoT dapat terjalin dengan erat," ujar Dr.Eng. Faizal.

Inovasi Teknologi dan Peluang Bisnis Berbasis Dekarbonisasi

Pemimpin delegasi, Hideaki NISHIMOTO dari Mikuniya Corporation, menyampaikan fokus utama konsorsium pada efisiensi energi dan dekarbonisasi infrastruktur air serta pengolahan limbah. Ia memaparkan pengalaman Jepang dalam mengelola skema Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana sisa makanan diolah secara canggih menjadi pupuk kompos ramah lingkungan.

"Di Jepang juga ada MBG, dari sisa MBG diolah menjadi kompos. Penelitian semacam ini sudah diaplikasikan di berbagai tempat. Kami sangat tertarik sampah dari perusahaan-industri untuk diubah jadi energi, hal ini bisa didiskusikan langkah bisnisnya. Fokus kami adalah pada dekarbonisasi," jelas Hideaki NISHIMOTO.

Sejalan dengan hal tersebut, Vice Director PT Daiki Axis Indonesia, Jun ITO, memperkenalkan teknologi sistem pengolahan air limbah terdesentralisasi (Johkasou) yang diproduksi di Cikande, Serang, Banten dengan standar mutu Jepang serta telah diekspor ke berbagai negara di Asia dan Afrika.

"Daiki Axis menawarkan berbagai model Johkasou reguler yang dirancang untuk pengolahan air limbah industri secara efisien di Indonesia. Model-model ini dilengkapi untuk menangani beban tinggi, memastikan proses pengolahan yang cepat dengan perawatan minimal. Selain itu, kami menawarkan model Johkasou Domestik yang dirancang khusus untuk pengolahan air limbah domestik di Indonesia guna menjawab kebutuhan akan pengolahan air limbah yang efektif. Air limbah domestik ini berasal dari aktivitas manusia seperti memasak, mandi, mencuci, dan membersihkan tangan," papar Jun ITO.

Roadmap Feasibility Study, Skema JCM, dan Penunjukan Advisor FTUH

Pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan teknis mengenai dokumen kerja sama City-to-City Collaboration. Professional Engineer bidang air dari Kawasaki City, MATSUNAGA Takahiro, memaparkan evaluasi lapangan terkait instalasi pengolahan air di Makassar. Penyaluran air tahunan di IPA Antang dinilai belum stabil sehingga kurang ideal dijadikan Pilot Area karena hanya berfungsi sebagai pendukung.

"Kami merekomendasikan IPA Panaikang atau IPA Maccini Sombala sangat bagus karena bersumber dari Bendungan Bili-Bili. Kami akan mengajukan proposal ke Pemkot Makassar sehingga kami minta bantuan sebagai advisor dari pihak Unhas. Draft Letter of Agreement akan segera dilayangkan," ungkap MATSUNAGA Takahiro.

Berdasarkan dokumen perencanaan proyek, studi kelayakan (Feasibility Study) ini memuat target dekarbonisasi hingga tahun 2029 untuk mendukung komitmen Indonesia menuju Carbon Neutrality 2050. Beberapa poin fokus proyek meliputi:

  1. Studi Penurunan Emisi GRK Skema JCM (Joint Crediting Mechanism): Aplikasi Japanese sludge reduction system guna menekan emisi gas metana di TPA serta efisiensi bahan bakar fosil melalui subsidi Pemerintah Jepang.
  2. Efisiensi Energi Operasional IPA: Optimalisasi operasional pompa berbasis prediksi kebutuhan air (water demand forecasting) serta pemanfaatan panel surya dan battery storage.
  3. Studi Non-JCM: Pemanfaatan kembali lumpur olahan sebagai kompos (resource recovery), penerapan sanitasi Johkasou, serta penurunan kebocoran air (Non-Revenue Water / NRW reduction).
  4. Kerja Sama Kebijakan: Penyusunan masukan kebijakan dan kelembagaan untuk sistem pengolahan air limbah terdesentralisasi.

Respon FTUH: Solusi Nyata Akademisi untuk Kota Berkelanjutan

Sekretaris Departemen Teknik Sipil FTUH, Dr.Eng. Ir. Bambang Bakri, S.T., M.T., IPU., AER., menegaskan kesiapan penuh FTUH dalam mengawal riset dan implementasi kebijakan ini.

"Kita bisa melakukan proyek/studi bersama untuk Kota Makassar atau Kawasaki City dengan banyak pilihan expertise dari sisi FTUH. Umumnya pemerintah Indonesia lebih yakin jika didampingi oleh perguruan tinggi. Kota Makassar di mana pengolahan limbahnya sudah disiapkan pengolahan limbah yang sangat baik, jika ada contoh teknologi pengolahan baik air maupun limbah bisa diperkenalkan dulu ke Pemkot. Serta sampah organik dan sampah non-organik Kota Makassar sudah terpisah per Agustus 2026," tegas Dr.Eng. Bambang Bakri.

Melalui kolaborasi internasional ini, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin kembali membuktikan peran nyatanya sebagai pilar inovasi dan riset terapan yang memberikan dampak langsung bagi kemajuan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta penguatan reputasi akademik di tingkat global.