FT Unhas dan Wasteplant Company Australia Resmi Sepakati Kerja Sama Akademik dan Riset Food Waste Management Melalui Penandatanganan LoI
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) mengambil langkah strategis baru dalam memperluas jejaring kemitraan global dan memperkuat riset berkelanjutan. Bertempat di Ruang Dekan Fakultas Teknik Unhas Gowa, telah dilaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama internasional berupa Letter of Intent (LoI) for Academic Cooperation antara Fakultas Teknik Unhas dengan Wasteplant Company, sebuah perusahaan inovasi lingkungan terkemuka asal Australia, pada Kamis (18/6/2026).
Dalam prosesi penandatanganan dokumen penting ini, Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER., diwakili secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Muhammad Bachtiar Nappu, Ph.D. Sementara itu, dari pihak Wasteplant Company dihadiri langsung oleh Andrew Hayim de Vries selaku Founder dan pencipta teknologi Wasteplant serta sistem komposting Subpod.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di sela-sela pelaksanaan rangkaian Strategic Partnership Program yang diawali dengan Kuliah Tamu bertajuk "Wasteplant for Food Waste Management" yang diinisiasi oleh Departemen Teknik Lingkungan FT Unhas. Melalui kesepakatan tertulis ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka dalam mengembangkan program akademik terintegrasi yang mencakup bidang pendidikan, riset kolaboratif, serta pengabdian masyarakat guna merespons isu penanganan sampah makanan global.
"Penandatanganan Letter of Intent ini merupakan tonggak penting bagi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, khususnya dalam mengimplementasikan pilar Kemitraan, Riset, dan Inovasi berskala global. Pengelolaan sampah makanan (food waste management) dengan pendekatan sirkular murni dan berteknologi tinggi seperti yang dimiliki oleh Wasteplant Company adalah model riset aplikatif yang sangat dibutuhkan di Indonesia" ujar Prof. Muhammad Bachtiar Nappu, Ph.D
Lebih lanjut, Prof. Muhammad Bachtiar Nappu menjelaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan peta jalan internasionalisasi Unhas, di mana setiap kemitraan harus memberikan dampak langsung bagi peningkatan kapasitas mahasiswa dan kualitas riset dosen. "Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. Kemitraan dengan Andrew dan tim Wasteplant Australia akan diwujudkan dalam program magang internasional, joint research untuk adaptasi teknologi iklim tropis, serta proyek percontohan zero-waste urban farming di lingkungan kampus. Kami siap mendukung akselerasi program inovasi lingkungan ini."
Sementara itu, Founder Wasteplant Company, Andrew Hayim de Vries, menyatakan rasa bangga dan antusiasmenya atas sambutan hangat serta keseriusan institusional yang ditunjukkan oleh rumpun akademisi di Fakultas Teknik Unhas. Bagi Wasteplant Company, kolaborasi dengan Unhas merupakan langkah krusial untuk memperluas impak lingkungan positif di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia Timur.
"Universitas Hasanuddin memiliki reputasi riset yang kuat dan mahasiswa teknik lingkungan yang sangat kritis serta penuh energi. Kami di Wasteplant meyakini filosofi 'Feed the Soil, Feed the World'. Melalui Letter of Intent ini, kami berkomitmen untuk berbagi teknologi sistem komposting bawah permukaan (Subpod) dan metodologi pengelolaan sampah biologis kami untuk dikaji, dikembangkan, dan diterapkan bersama ekosistem akademik di Unhas." ujar Hayim de Vries
Dokumen kerja sama akademik yang ditandatangani tersebut menekankan pengembangan hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan (mutually beneficial association). Sinergi ini juga membuka peluang bagi para peneliti FT Unhas untuk berkolaborasi dengan jaringan global yang telah dibangun oleh Wasteplant Company di 25 negara melalui ekosistem Food Education and Ecological Design (F.E.E.D.) Foundation serta Institute of Composting Studies Australia (ICSA).
Acara seremonial penandatanganan LoI ini turut disaksikan oleh jajaran pimpinan Departemen Teknik Lingkungan, para dosen senior, serta perwakilan mahasiswa. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pertukaran cinderamata resmi sebagai lambang dimulainya kolaborasi akademis-industri internasional antara Makassar, Indonesia dan Byron Bay, Australia.
