Tim TOBARANIA FT Unhas Bawa Inovasi Robot Otonom ke Kontes Robot ABU Indonesia Nasional 2026

Makassar – Inovasi robotika yang dikembangkan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan daya saingnya di tingkat nasional. Tim TOBARANIA berhasil lolos sebagai peserta Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) Tingkat Nasional Tahun 2026 setelah melewati serangkaian tahapan seleksi yang mencakup penilaian proposal dan visitasi daring berupa demonstrasi kinerja robot di hadapan dewan juri nasional.

Berdasarkan pengumuman Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tim TOBARANIA Universitas Hasanuddin resmi menjadi salah satu tim yang akan berlaga pada KRAI Nasional 2026 yang akan diselenggarakan secara luring pada 9–13 Juli 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.

Namun, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian kompetisi semata. Di balik kelolosan itu terdapat proses rekayasa dan pengembangan teknologi yang dilakukan secara intensif oleh mahasiswa Fakultas Teknik Unhas untuk menghasilkan sistem robot yang mampu bekerja secara presisi, terkoordinasi, dan adaptif terhadap berbagai tantangan di arena pertandingan.

 

Mengembangkan Sistem Robot Manual dan Otonom

Pada KRAI 2026 yang mengusung tema "Kung Fu Quest", Tim TOBARANIA mengembangkan dua robot yang memiliki fungsi berbeda namun saling terintegrasi.

Robot pertama (R1) dirancang sebagai robot manual yang bertugas melakukan perakitan senjata, mengambil Kung Fu Scrolls (KFS) di area Meihua Forest, serta menempatkan KFS pada posisi tertentu di rak Tic-Tac-Toe.

Sementara itu, robot kedua (R2) dikembangkan sebagai robot otonom yang mampu membantu proses perakitan, mendeteksi target, menentukan jalur pergerakan secara mandiri, dan menempatkan KFS pada rak bagian tengah maupun atas tanpa kendali langsung dari operator.

Pengembangan robot otonom tersebut menuntut penerapan berbagai konsep keteknikan, mulai dari sistem kendali, sensor, pemrograman, integrasi perangkat keras dan perangkat lunak, hingga strategi navigasi otomatis yang menjadi salah satu tantangan utama dalam kompetisi robotika nasional.

Laboratorium Kreativitas dan Pembelajaran Mahasiswa

Ketua Tim TOBARANIA, Hamdika, menjelaskan bahwa proses pengembangan robot tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu keteknikan dalam satu proyek nyata.

"Melalui pengembangan robot ini, kami belajar bagaimana mengintegrasikan aspek desain mekanik, sistem elektronika, pemrograman, dan pengendalian otomatis menjadi satu sistem yang dapat bekerja secara efektif di arena pertandingan. Pengalaman ini memberikan pembelajaran yang sangat berharga bagi seluruh anggota tim," ujarnya.

Menurut Hamdika, dukungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan tim menyelesaikan proses pengembangan robot hingga siap mengikuti kompetisi tingkat nasional.

"Kami sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan Fakultas Teknik Unhas, terutama dalam aspek pendanaan dan fasilitas pengembangan. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan sistem robot dan memberikan hasil terbaik di tingkat nasional," tambahnya.

Mendorong Budaya Inovasi dan Teknologi di Fakultas Teknik

Tim TOBARANIA beranggotakan:

  • Hamdika
  • A. Muh. Afrial Ivan Pratama
  • Ahmad Billah
  • Muh. Senayudha Suratama
  • Muhammad Al Mabrur G
  • Nur Hilmi Khairunnisa Yunus

Menjelang pelaksanaan kompetisi nasional, tim terus melakukan berbagai penyempurnaan pada sistem mekanik, elektronika, dan perangkat lunak robot guna meningkatkan keandalan serta akurasi kinerja di arena pertandingan.

Keberhasilan Tim TOBARANIA menunjukkan bahwa kompetisi robotika tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wahana pengembangan inovasi, kreativitas, kemampuan problem solving, dan kolaborasi multidisiplin yang sangat dibutuhkan dalam dunia rekayasa modern.

Bagi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, capaian ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis inovasi dan riset mahasiswa. Melalui berbagai kegiatan kompetitif dan pengembangan teknologi, mahasiswa didorong untuk menghasilkan solusi rekayasa yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Tim TOBARANIA menargetkan penampilan terbaik pada KRAI Nasional 2026 sekaligus membawa nama Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin semakin dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan talenta dan inovasi teknologi di Indonesia.