Teknik Lingkungan FT-UH Hadirkan Pakar Pengelolaan Limbah Organik, Bahas Solusi Wasteplant untuk Pengelolaan Limbah Makanan

Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) kembali menghadirkan forum akademik bertaraf internasional melalui kegiatan Guest Lecture bertajuk “Wasteplant for Food Waste Management” yang berlangsung di Gedung CSA Lt. 1, Fakultas Teknik Unhas, Kampus Gowa, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan Andrew Hayim de Vries, inventor, ecological designer, educator, environmentalist sekaligus pendiri dan Co-Director WastePlant Australia, sebagai narasumber utama.

Kuliah tamu ini merupakan hasil kolaborasi Departemen Teknik Lingkungan FT-UH bersama berbagai mitra, dengan tujuan memperkaya wawasan mahasiswa, dosen, dan peneliti mengenai pengelolaan limbah organik berbasis pendekatan berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus ketahanan pangan global.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unhas, Dr.Eng. Hendra Pachri, ST., M.Eng., yang hadir mewakili Dekan Fakultas Teknik Unhas. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan berbagai tantangan global yang saat ini dihadapi masyarakat dunia.

“Persoalan limbah makanan dan krisis pangan global merupakan isu yang saling berkaitan. Di satu sisi dunia menghadapi peningkatan jumlah sampah organik yang belum terkelola secara optimal, sementara di sisi lain berbagai negara juga menghadapi ancaman ketahanan pangan akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk,” ungkapnya.

Dr.Eng.Hendra menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang mampu menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran praktisi dan pakar internasional seperti Andrew Hayim de Vries menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika Fakultas Teknik untuk memperoleh perspektif baru mengenai pengelolaan limbah organik yang inovatif dan berkelanjutan.

“Kuliah tamu ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar secara langsung dari seorang pakar internasional yang telah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sistem pengelolaan limbah organik. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan baru, memperkuat jejaring akademik internasional, serta menginspirasi lahirnya inovasi-inovasi di bidang lingkungan yang dapat diterapkan di Indonesia,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr.Eng. Hendra juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kesediaannya berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Andrew Hayim de Vries yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi pengalaman. Semoga kolaborasi akademik seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi lingkungan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Andrew Hayim de Vries menjelaskan konsep Wasteplant, sebuah sistem pengelolaan limbah makanan yang mengintegrasikan proses pengomposan modern dengan produksi pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, limbah makanan seharusnya tidak dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi apabila dikelola dengan tepat.

Andrew merupakan sosok yang telah lebih dari empat dekade berkecimpung dalam bidang desain ekologis, pengelolaan limbah organik, urban farming, dan pengembangan sistem kompos terpadu. Pengalamannya mencakup berbagai proyek lingkungan di Australia maupun sejumlah negara lainnya yang berfokus pada transformasi limbah organik menjadi sumber daya produktif.

Dalam sesi kuliah tamu, ia memaparkan bahwa sistem Wasteplant dirancang untuk mengubah limbah makanan menjadi media tanam dan tanah yang sehat melalui proses biologis yang efisien. Pendekatan ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tanah, penyerapan karbon, dan produksi pangan lokal.

“Food waste sebenarnya merupakan sumber nutrisi yang sangat berharga. Ketika limbah organik dikembalikan ke tanah melalui proses yang tepat, kita tidak hanya mengurangi masalah sampah, tetapi juga membangun sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelas Andrew.

Ia menekankan pentingnya perubahan paradigma dari model linear “ambil–gunakan–buang” menuju model sirkular yang memungkinkan sumber daya terus dimanfaatkan kembali. Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai laboratorium inovasi untuk mengembangkan solusi pengelolaan limbah berbasis sains dan teknologi.

Selain memaparkan inovasi teknologi WastePlant, Andrew Hayim de Vries secara khusus menggarisbawahi komitmennya dalam membangun kemitraan strategis dengan institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia. Saat ini, WastePlant tengah menjalin kolaborasi erat dan sinergi riset dengan beberapa universitas besar di tanah air, antara lain Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Universitas Udayana (Unud) di Bali, dan Universitas Mataram (Unram) di Lombok. Kolaborasi lintas universitas ini difokuskan pada pengujian, adaptasi teknologi komposting bawah permukaan (Subpod) untuk wilayah tropis, pengembangan kurikulum manajemen limbah organik berbasis komunitas, serta implementasi riset terapan berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa dan dosen demi mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Kegiatan kuliah tamu berlangsung secara interaktif dengan dihadiri mahasiswa, dosen, serta peneliti dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Teknik Unhas. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan yang disertai berbagai studi kasus dan pengalaman implementasi Wasteplant di berbagai lokasi.

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta. Berbagai pertanyaan diajukan terkait potensi penerapan konsep WastePlant di Indonesia, pengelolaan limbah organik skala kampus, integrasi dengan program ketahanan pangan, hingga peluang pengembangan teknologi serupa di kawasan perkotaan.

Para peserta juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Tidak hanya melibatkan aspek teknis pengelolaan limbah, tetapi juga mencakup perubahan perilaku masyarakat, kebijakan publik, pendidikan lingkungan, serta pengembangan ekonomi sirkular.

Pelaksanaan kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengelolaan lingkungan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta ketahanan pangan.

Melalui kegiatan akademik seperti ini, Fakultas Teknik Unhas terus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan global dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan internasional serta kepedulian tinggi terhadap isu keberlanjutan.

Kuliah tamu “WastePlant for Food Waste Management” diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah makanan sebagai bagian dari solusi menghadapi tantangan lingkungan dan krisis pangan dunia. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Universitas Hasanuddin dengan para praktisi dan institusi internasional dalam pengembangan teknologi dan inovasi pengelolaan limbah yang berkelanjutan.