Empat Dosen Fakultas Teknik Unhas Pimpin Tim Ekspedisi Patriot 2026, Hadirkan Inovasi Berdampak bagi Kawasan Transmigrasi

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui keterlibatan aktif pada Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tahun 2026. Berdasarkan Keputusan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 128 Tahun 2026, empat dosen Fakultas Teknik dipercaya sebagai ketua tim yang akan memimpin pelaksanaan riset dan pengembangan solusi inovatif di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa kepakaran akademik dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan wilayah.

Keempat dosen tersebut adalah Dr. Ir. Chairul Paotonan, S.T., M.T. yang bertugas di Kawasan Transmigrasi Anawua, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara; Dianti Utamidewi, S.T., M.T. di Weri–Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat; Ir. Regita Faridatunisa Wijayanti, S.T., M.T., M.Sc. di Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan; serta Ir. Dewa Sagita Alfadin Nur, S.T., M.T. di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Bersama tim lintas disiplin dari Universitas Hasanuddin, mereka berkontribusi dalam program strategis yang bertujuan mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Yang membedakan Tim Ekspedisi Patriot bukan hanya kegiatan lapangannya, tetapi pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat. Salah satu contoh inovasi yang diusung adalah pengembangan strategi penanggulangan abrasi pesisir melalui kombinasi pendekatan struktur (hard approach) dan non-struktur (soft approach) yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta melibatkan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi perlindungan pesisir yang lebih adaptif, efektif, dan berkelanjutan.

Di bidang energi, tim dari Fakultas Teknik juga mengembangkan model pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terdistribusi untuk mendukung fasilitas umum sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas pala di kawasan transmigrasi Weri–Saharey. Konsep PLTS terdistribusi menawarkan sistem penyediaan energi yang lebih dekat dengan pengguna sehingga dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal berbasis sumber daya unggulan daerah.

Inovasi lain hadir melalui implementasi tata kelola agraria digital berbasis geospasial di kawasan Mahalona. Tim mengembangkan Minimum Viable Geospatial Governance Product, yaitu produk geospasial yang memanfaatkan data esensial dan teknologi yang mudah diakses untuk mendukung pengambilan keputusan. Dengan memanfaatkan perangkat seperti QGIS, peramban web, dan telepon pintar, sistem ini memungkinkan pengelolaan informasi spasial secara lebih efisien tanpa memerlukan infrastruktur teknologi yang kompleks, sehingga dapat diadopsi secara luas oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.

Sementara itu, di Kabupaten Sidenreng Rappang, Fakultas Teknik menginisiasi penyusunan model Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi melalui pemanfaatan Geographic Information System (GIS), hilirisasi komoditas unggulan, dan pemberdayaan kelompok usaha. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen studi kelayakan pembangunan kawasan, tetapi juga merancang strategi penguatan rantai pasok, distribusi, dan pemasaran guna meningkatkan nilai tambah produk lokal serta memperkuat daya saing ekonomi masyarakat transmigrasi.

Secara keseluruhan, keterlibatan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menjawab tantangan pembangunan. Bersama tim dari fakultas lain di Universitas Hasanuddin, pendekatan yang dikembangkan mengintegrasikan teknik sipil, teknik elektro, serta perencanaan wilayah dan kota untuk menghasilkan solusi yang mempertimbangkan aspek infrastruktur, lingkungan, digitalisasi, energi terbarukan, dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini juga memberikan wawasan baru mengenai bagaimana riset perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung melalui penyusunan kajian teknis, dokumen perencanaan, model tata kelola, hingga rekomendasi kebijakan berbasis data. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai luaran akademik, tetapi menjadi instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih efektif.

Lebih jauh, keterlibatan dosen Fakultas Teknik dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026 menjadi implementasi konkret semangat “Kampus Berdampak”, di mana pendidikan tinggi berperan sebagai motor penggerak perubahan sosial melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbagai solusi yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan wilayah terhadap tantangan lingkungan, mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal, serta mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Ke depan, kontribusi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dalam Tim Ekspedisi Patriot diharapkan semakin memperkuat reputasi institusi sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, hasil riset diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.