Dekan Fakultas Teknik Unhas Tegaskan Dukungan Penuh untuk Tim TOBARANIA Jelang KRAI Nasional 2026
Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER, mengundang Tim TOBARANIA dalam sebuah pertemuan khusus untuk membahas berbagai kebutuhan dan persiapan menjelang keikutsertaan mereka pada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) Tingkat Nasional Tahun 2026. Pertemuan tersebut menjadi wujud komitmen pimpinan fakultas dalam mendukung mahasiswa berprestasi yang akan membawa nama Universitas Hasanuddin di tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan didampingi jajaran pimpinan fakultas dan berdialog langsung dengan para anggota tim mengenai kesiapan teknis, kebutuhan pendanaan, pengadaan komponen, hingga dukungan logistik selama mengikuti kompetisi yang akan berlangsung di Universitas Jember.
Prof. Isran Ramli menegaskan bahwa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin memberikan dukungan penuh kepada Tim TOBARANIA agar dapat tampil maksimal di ajang nasional. Ia juga mengarahkan para Wakil Dekan untuk mengupayakan seluruh kebutuhan yang diperlukan tim sesuai dengan kemampuan dan mekanisme yang berlaku di lingkungan fakultas.
“Prestasi yang telah diraih Tim TOBARANIA hingga lolos ke tingkat nasional merupakan kebanggaan bagi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Saya meminta seluruh jajaran, khususnya para Wakil Dekan, untuk mengusahakan dan memfasilitasi kebutuhan tim sehingga mereka dapat fokus mempersiapkan diri dan memberikan penampilan terbaik di KRAI 2026,” tegas Prof. Isran Ramli.
Pada pertemuan tersebut, Tim TOBARANIA juga memaparkan perkembangan robot yang tengah disempurnakan untuk menghadapi kompetisi. Sesuai dengan tema perlombaan “Kung Fu Quest”, tim mengembangkan dua robot yang memiliki peran berbeda namun saling terintegrasi dalam menyelesaikan misi.
Robot pertama (R1) dikendalikan secara manual dan bertugas merakit senjata, mengambil Kung Fu Scrolls (KFS) di area Meihua Forest, serta menempatkan gulungan tersebut pada baris bawah rak Tic-Tac-Toe. Sementara itu, robot kedua (R2) dirancang bekerja secara otomatis (autonomous) untuk membantu proses perakitan, mengambil KFS di area permainan, menentukan jalur pergerakan secara mandiri, serta menempatkan KFS pada baris tengah dan atas rak Tic-Tac-Toe.
Inovasi dua robot tersebut memadukan kemampuan kendali manual dan kecerdasan otonom sehingga mampu bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan pada arena KRAI. Pengembangan sistem mekanik, elektronika, dan pemrograman terus dilakukan agar performa robot semakin optimal saat bertanding di tingkat nasional.
Ketua Tim TOBARANIA, Hamdika, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pimpinan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Menurutnya, pertemuan bersama Dekan menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh anggota tim untuk semakin memantapkan persiapan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Bapak Dekan beserta seluruh jajaran Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Arahan dan bantuan yang diberikan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan persiapan lomba, menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menyempurnakan robot dan berjuang memberikan hasil terbaik di tingkat nasional,” ungkap Hamdika.
Dengan dukungan institusi dan kerja keras seluruh anggota tim, TOBARANIA menargetkan mampu tampil kompetitif pada Kontes Robot ABU Indonesia Tingkat Nasional 2026 sekaligus mengharumkan nama Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin melalui inovasi dan prestasi di bidang robotika.
