PKKMB FT Unhas 2026: Membentuk Hasanuddin Muda melalui Kolaborasi, Penguatan Potensi, dan Inovasi

Gowa, 12 Agustus 2026 — Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di Sport Hall Fakultas Teknik, Gowa, Rabu (12/8/2026). Mengusung tema “Hasanuddin Muda: Satukan Kolaborasi, Hidupkan Potensi, Wujudkan Inovasi,” kegiatan ini menjadi momentum awal bagi 1.635 mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami ekosistem pendidikan, kemahasiswaan, sumber daya, riset, inovasi, dan kemitraan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka di Fakultas Teknik.

Pembukaan PKKMB diawali dengan laporan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, sambutan Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, simbolisasi pembukaan, penyerahan nama-nama mahasiswa baru, dan penyematan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa baru. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang menghadirkan Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, FT Unhas menerima 1.635 mahasiswa baru program sarjana yang tersebar pada 17 program studi, terdiri atas 1.029 mahasiswa laki-laki dan 606 mahasiswa perempuan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan 1.257 mahasiswa baru pada 2020. Dekan FT Unhas, Prof. Dr.Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, ST., MT., menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan merepresentasikan harapan, potensi, dan masa depan yang mulai dibangun di lingkungan Fakultas Teknik.

Memahami Fakultas Teknik sebagai Ekosistem Pendidikan

Dalam sesi pengenalan organisasi dan sarana prasarana, mahasiswa baru diajak memahami perjalanan panjang FT Unhas sejak didirikan pada 10 September 1960 hingga berkembang menjadi fakultas dengan 17 program studi pada jenjang sarjana. Perkembangan tersebut juga ditandai dengan hadirnya program-program baru, seperti S1 Metalurgi dan Material pada 2023, S1 Geodesi pada 2024, S2 Teknik Kelautan pada 2024, S3 Informatika pada 2025, serta S1 Teknik Perkeretaapian dan S1 Kecerdasan Buatan pada 2026.

Pengenalan ini memberikan perspektif kepada mahasiswa baru bahwa pilihan mereka memasuki Fakultas Teknik merupakan bagian dari ekosistem keilmuan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Lingkungan pembelajaran juga didukung oleh berbagai fasilitas, antara lain Gedung Center of Technology (CoT), perpustakaan, ruang konseling, Student Center, Japan Corner, ruang kesehatan, Lecturer Lounge, masjid, amfiteater, hingga Sport Hall.
Dengan demikian, fasilitas kampus tidak hanya diposisikan sebagai sarana fisik, tetapi sebagai infrastruktur yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik, sosial, kepemimpinan, kreativitas, dan kesejahteraan selama menjalani pendidikan.

Membangun Budaya Kolaborasi dan Menghidupkan Potensi

Pesan utama Dekan FT Unhas dalam PKKMB 2026 diarahkan pada tiga kata kunci: kolaborasi, potensi, dan inovasi. Menurut Dekan, berbagai persoalan kontemporer seperti infrastruktur, energi, lingkungan, transportasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengenal teman dari program studinya sendiri, tetapi membangun jejaring dengan seluruh keluarga besar Fakultas Teknik. Mereka juga diarahkan untuk memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri melalui laboratorium, riset, kompetisi, organisasi, kegiatan kemahasiswaan, komunikasi, kepemimpinan, dan literasi digital.

Semangat tersebut diperkuat melalui pengenalan bidang perencanaan dan sumber daya Fakultas Teknik. Mahasiswa diperkenalkan pada struktur organisasi, tata kelola, unit kerja, serta dukungan sumber daya manusia yang memungkinkan proses pendidikan berjalan secara terpadu. Struktur tersebut mencakup berbagai fungsi akademik, kemahasiswaan, publikasi, riset dan inovasi, sumber daya manusia dan alumni, serta operation and maintenance.

Pemahaman ini penting bagi mahasiswa baru karena keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh bagaimana seluruh unsur fakultas bekerja bersama menciptakan lingkungan akademik yang mendukung.

Riset dan Inovasi sebagai Jalan Menghasilkan Dampak

Pada pengenalan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni, mahasiswa baru diperlihatkan bahwa kegiatan akademik di FT Unhas memiliki keterhubungan dengan dunia industri, pemerintah, perguruan tinggi internasional, dan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah kerja sama yang diperkenalkan antara lain kolaborasi FT Unhas dengan Wasteplant Company Australia, pembahasan RUU tentang Ketenagalistrikan bersama Komisi XII DPR-RI, serta MoA antara FT Unhas dan beberapa fakultas di Kyushu University, Jepang.

Ekosistem tersebut juga ditunjukkan melalui berbagai produk inovasi yang dikembangkan FT Unhas, termasuk drone untuk menabur benih padi dan mobil listrik “EngineMove”.

Bagi mahasiswa baru, pengenalan ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak berhenti pada menghasilkan teknologi baru. Lebih jauh, inovasi perlu diarahkan untuk menjawab persoalan nyata, meningkatkan efisiensi, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menghubungkan Kampus dengan Tantangan Daerah

Perspektif mengenai dampak ilmu pengetahuan kemudian diperluas melalui kuliah umum Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM., yang mengangkat tema transformasi birokrasi dan optimalisasi potensi daerah.

Dalam materinya, Daeng Manye mengajak mahasiswa memahami perubahan masyarakat dari Society 1.0 hingga Society 5.0 dan melihat digitalisasi sebagai kebutuhan dalam menghadapi perubahan. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi sebagai salah satu modal menghadapi perkembangan zaman.

Mahasiswa juga diajak melihat pembangunan daerah secara lebih komprehensif melalui pemetaan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, ekonomi, geografis, serta aksesibilitas dan infrastruktur. Takalar memiliki potensi pada sektor pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, pariwisata, serta pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi kreatif.

Materi tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa teknik memiliki ruang kontribusi yang luas dalam pembangunan daerah. Pengetahuan mengenai teknologi, infrastruktur, lingkungan, transportasi, digitalisasi, dan pengelolaan sumber daya dapat dikembangkan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Membentuk Mahasiswa yang Unggul dan Berintegritas

Selain aspek akademik dan inovasi, mahasiswa baru juga diperkenalkan pada peraturan akademik dan kemahasiswaan, termasuk kode etik mahasiswa, tata tertib kehidupan kampus, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai ruang pengembangan prestasi. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), misalnya, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif, inovatif, dan solutif dalam bidang riset, kewirausahaan, teknologi, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dekan FT Unhas juga memperkenalkan nilai MARANNU, yaitu Menghargai, Arif dan Bijaksana, Responsif, Atentif, Netral, Nyaman, dan Unggul. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi budaya pelayanan fakultas, tetapi juga menjadi karakter yang tumbuh dalam diri mahasiswa.

Melalui PKKMB 2026, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menempatkan mahasiswa baru bukan sekadar sebagai peserta didik, tetapi sebagai calon profesional dan inovator yang dipersiapkan untuk berkontribusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Dengan ekosistem akademik yang terus berkembang, fasilitas pembelajaran yang mendukung, jejaring kemitraan yang semakin luas, serta budaya riset dan inovasi, para Hasanuddin Muda diharapkan mampu memanfaatkan masa studinya untuk belajar, bertumbuh, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang memiliki dampak.

Sebagaimana pesan Dekan FT Unhas, mahasiswa baru diajak untuk “Satukan Kolaborasi, Hidupkan Potensi, Wujudkan Inovasi.” Semangat tersebut menjadi fondasi bagi generasi baru Fakultas Teknik untuk tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga insan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat dan bangsa.