Navigasi Teknologi Masa Depan: Konferensi Internasional IC-REST 2026 FT Unhas Kupas Integrasi AI, Material Maju, dan Potensi Energi Angin Lepas Pantai

GOWA — Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) kembali memperkuat transformasinya sebagai pusat keunggulan sains dan teknologi tingkat dunia dengan menggelar International Conference on Research, Engineering, Science and Technology (IC-REST 2026) pada Rabu, 2 September 2026, di Kampus Teknik Unhas, Gowa. Mengusung tema "Navigating Tomorrow: Integrating AI and Advanced Materials for Sustainable Maritime and Human Development", konferensi internasional ini mendiskusikan integrasi Kecerdasan Buatan (AI), material maju (advanced materials), serta pemanfaatan energi terbarukan maritim sebagai solusi krisis iklim dan transisi energi.

Laporan Ketua Panitia: Antusiasme Global dan Seleksi Ketat

Ketua Panitia IC-REST 2026, Andi Lolo Sinrang Arisaputra, S.T., M.Eng., Ph.D., dalam laporan pembukanya menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya antusiasme komunitas ilmiah global terhadap penyelenggaraan konferensi tahun ini. Beliau melaporkan bahwa panitia menerima sebanyak 105 draf makalah (paper submissions) dari berbagai instansi dan negara.

Melalui proses verifikasi, penyesuaian catatan editorial, serta pendaftaran ulang secara ketat, sebanyak 86 peserta dinyatakan resmi terdaftar dan mempresentasikan hasil risetnya. Dr. Andi Lolo menyampaikan terima kasih kepada seluruh penulis, peneliti, penelaah (reviewer), keynote speaker, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menjadikan IC-REST 2026 sebagai platform kolaborasi akademik dan profesional yang inklusif serta inspiratif.

Konferensi internasional ini dibuka secara resmi oleh Ketua LPPMP Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK . Dalam pidato sambutannya, pimpinan fakultas menegaskan pentingnya arah pengembangan teknologi yang tidak hanya berfokus pada kecanggihan komputasi, tetapi juga bertumpu pada etika, keberlanjutan, dan potensi maritim Indonesia.

Rangkaian forum ilmiah ini menghadirkan sederet pakar dan pembicara kunci internasional yang membawa riset material, AI, dan energi dari ranah laboratorium menuju aplikasi nyata.

Inovasi Energi Angin Lepas Pantai Indonesia

Keynote speaker internal dari FT Unhas, Dr.Eng. Ir. Faisal Mahmuddin, S.T., M.Inf.Tech., M.Eng., IPM. (Ketua Departemen Teknik Sistem Perkapalan & Head of Pustekno-COT Unhas), memaparkan riset strategis bertajuk "Wind Energy Potential Assessment Using MFS-BEM Approach in Indonesia's Offshore Waters". Dr. Faisal mengungkapkan bahwa perairan Indonesia Timur, khususnya di wilayah Laut Maluku, Laut Banda, dan Laut Arafura, memiliki potensi energi angin lepas pantai yang sangat tinggi dengan tingkat rapat daya (power density) rata-rata mencapai level 4,17 (kategori Good to High Potential) dan keandalan kecepatan angin rata-rata $6,82\text{ m/s}$ berdasarkan data satelit QuikSCAT selama 10 tahun.

Dalam pemaparannya, Dr. Faisal menjelaskan penggunaan metode Blade Element Momentum (BEM) yang divalidasi dengan simulasi QBlade, serta analisis ketidakpastian menggunakan Simulasi Monte Carlo. Hasil kajian menunjukkan expected capacity factor sebesar 32,77% untuk turbin angin lepas pantai. Sebagai solusi untuk perairan dalam (deep waters $>50\text{ meter}$), beliau memperkenalkan konsep Mobile Floating Structure (MFS) berkonfigurasi Semi-Submersible yang fleksibel, stabil, dan dapat dipindahkan sesuai pergeseran lokasi berangin tinggi, sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

Inovasi Filtrasi Air dan AI Lingkungan Dari perspektif teknologi lingkungan, Dr. Eng. Joanna Fronczyk dari Warsaw University of Life Sciences (SGGW), Polandia, memaparkan riset bertajuk "Beyond the Beaker: Navigating the Real-World Limits of Stormwater Filtration Media". Dr. Fronczyk mengkritisi keterbatasan pengujian laboratorium statis dalam menangani limpasan air hujan perkotaan yang sarat polutan logam berat dan mikroplastik. Melalui arsitektur media filter berbasis mineral alami berbiaya rendah (seperti zeolit dan pasir batu kapur), penelitiannya membuktikan bahwa media tersebut sangat tangguh dalam mengunci (retention) logam berat hingga lebih dari 90 persen di lapangan.

Sementara itu, Prof. Ir. Ts. Dr. Mohd Fadhil Bin Md Din dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) memperkenalkan konsep Environmental Intelligence melalui topik "AI-Enabled Environmental Intelligence for Planetary Resilience". Menggunakan jaringan sensor IoT berbasis AI, sistem ini mengubah pemantauan lingkungan pasif menjadi siklus proaktif Sense, Predict, dan Prevent yang meningkatkan akurasi deteksi pencemaran air hingga 95,1% dan menurunkan insiden kontaminasi air hingga 44,2%.

Rekayasa Material Maju Masa Depan Dari ranah fisika dan material canggih, Dr. Shibghatullah Muhammady, Research Scientist dari Solid State Chemistry Laboratory RIKEN, Jepang, mempresentasikan studi komputasi first-principles mengenai barium titanium oxyhydrides ($\text{BaTiO}_{3-x}\text{H}_x$). Riset ini berhasil mengurai mekanika stabilitas termodinamika dan kinetika difusi ion pada material oksihidrida yang berpotensi besar sebagai konduktor ionik dan katalis efisien untuk sintesis amonia ramah lingkungan.

Dekan Fakultas Teknik Unhas dalam amanat pembukanya menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kemajuan teknologi bagi peradaban manusia.

"Sains memberi tahu kita apa yang mungkin, dan rekayasa teknik membantu kita membangunnya. Namun, kearifan, etika, dan nilai kemanusiaan lah yang membimbing kita untuk memutuskan apa yang seharusnya dibangun. Mari kita navigasi masa depan bersama dengan pengetahuan sebagai kompas, inovasi sebagai penggerak, dan kemanusiaan sebagai tujuan akhir," tegas Dekan FT Unhas.

Penyelenggaraan IC-REST 2026 menegaskan komitmen berkelanjutan FT Unhas dalam melahirkan riset berstandar internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri. Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan penguatan jejaring riset internasional, kolaborasi joint research, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data ilmiah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan maritim.