FT Unhas dan LAM Teknik Gelar Pelatihan OBE untuk Akselerasi Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia Timur
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FTUH) menguatkan komitmennya dalam mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi nasional melalui pembukaan Pelatihan Implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan yang berlangsung di Exhibition Hall Kampus FTUH Gowa ini merupakan hasil kolaborasi bersama Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Teknik (LAM Teknik) serta dirancang sebagai pilot project pengembangan mutu akademik di kawasan Indonesia Timur.
Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, jajaran ketua departemen, dosen muda, serta perwakilan lembaga akreditasi. Meski diselenggarakan pada hari Minggu, suasana pembukaan berlangsung penuh antusiasme dan semangat kolaboratif dari seluruh peserta yang hadir.

Inovasi Pelatihan Komprehensif Selama Satu Bulan
Pelatihan OBE ini diinisiasi secara holistik dan berkelanjutan. Berbeda dengan lokakarya singkat pada umumnya, program pendampingan ini dijadwalkan berlangsung intensif selama satu bulan penuh, mulai dari 9 Agustus hingga 7 September 2026. Rangkaian kegiatan mencakup penyusunan rancangan materi kurikulum, pemberian tugas aplikatif, hingga tahap evaluasi menyeluruh.
Dekan FTUH, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER., menguraikan bahwa pelatihan ini semula merupakan penugasan dari LAM Teknik untuk melakukan pendampingan kepada enam dosen dari masing-masing perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, STT Baramuli Pinrang, Universitas Islam Makassar, Universitas Pejuang Republik Indonesia, Universitas Patompo dan Universitas Kristen Indonesia Toraja.
FTUH mengambil langkah proaktif dengan memperluas jangkauan peserta ke seluruh unsur fakultas. Tidak hanya melibatkan peserta dari perguruan tinggi mitra, kegiatan ini juga diikuti oleh para ketua departemen dan dosen muda di lingkungan FT Unhas. Perluasan tersebut dilakukan untuk memperkuat internalisasi OBE sekaligus memastikan penerapannya dapat berjalan secara lebih luas dan berkelanjutan di tingkat fakultas.
"Guna memastikan internalisasi kurikulum berjalan secara masif dan berdampak, kami melibatkan seluruh ketua departemen hingga para dosen muda. Ini adalah paket lengkap dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya manusia yang ada. FTUH selalu konsisten berada di jalur yang benar (on the track) dalam penjaminan mutu," tegas Prof. Isran Ramli.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah dosen FT Unhas yang memiliki pengalaman dan kepakaran dalam pengembangan kurikulum serta penjaminan mutu, antara lain Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Ramli, Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad Thaha, Prof. Dr. Ir. Andani, M.T., dan Dr. Eng. Ir. Muralia Hustim. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPM-PR) FT Unhas bersama tim inti dan tim pendukung yang terlibat dalam persiapan hingga penyelenggaraan pelatihan.
Strategi Pencapaian Akreditasi Unggul dan Integrasi Demand-Based Education
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas, Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., M.N., Ph.D., menilai pelatihan OBE ini memiliki peran penting dalam mendukung penguatan sistem penjaminan mutu dan proses akreditasi di lingkungan Universitas Hasanuddin. Saat ini, sebanyak 155 dari 250 program studi di Unhas telah meraih predikat Unggul atau sekitar 62%.
“Kami menyampaikan apresiasi atas inisiatif FT Unhas. Proses internalisasi yang dilakukan secara intensif selama satu bulan ini menjadi fondasi penting dalam mendukung percepatan pencapaian target lebih dari 70% program studi berpredikat Unggul, sekaligus menuju target akreditasi Unggul secara lebih luas pada tahun 2028,” ujar Prof. Rini.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K)., menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap dinamika global, termasuk pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang turut memengaruhi kebutuhan kompetensi lulusan perguruan tinggi.
“Di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat dan tantangan disrupsi kecerdasan buatan, kurikulum perguruan tinggi dituntut untuk terus bertransformasi. Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) perlu dipadukan dengan Demand-Based Education agar kurikulum tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri global. Melalui pelatihan ini, kita optimistis empat hingga lima program studi di FT Unhas dapat segera meraih predikat Unggul,” ungkap Prof. Ruslin.
Sinergi LAM Teknik dan FTUH sebagai Akselerator Pendidikan Indonesia Timur
Ketua LAM Teknik, Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech., IPU., menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan LAM Teknik, masih terdapat sejumlah tantangan dalam penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi teknik di kawasan Indonesia Timur. LAM Teknik saat ini menaungi lebih dari 2.600 program studi bidang keinsinyuran di Indonesia dalam ekosistem penjaminan mutu bersama BAN-PT, Kemdiktisaintek, dan 22 asosiasi profesi. Adapun tiga tantangan utama yang menjadi perhatian meliputi tata kelola pamong, implementasi kurikulum OBE, serta kesenjangan dalam pelaksanaan penjaminan mutu.
Penunjukan FT Unhas sebagai tuan rumah sekaligus pilot project pelatihan OBE didasarkan pada kesiapan infrastruktur, kapasitas kelembagaan, serta kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Hal tersebut turut diperkuat dengan keterlibatan 27 dosen FT Unhas yang aktif berkontribusi sebagai asesor nasional di LAM Teknik.
“Implementasi Outcome-Based Education yang diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan demand-based pada prinsipnya telah sejalan dengan standar internasional, termasuk Washington Accord dan Sydney Accord. Penunjukan Unhas sebagai pusat pilot project di kawasan Indonesia Timur diharapkan dapat memperkecil kesenjangan mutu pendidikan sekaligus memperkuat peran FT Unhas sebagai salah satu akselerator transformasi pendidikan tinggi teknik di Indonesia,” jelas Prof. Misri Gozan.
Melalui kolaborasi antara FT Unhas, LPMPP Unhas, dan LAM Teknik, pelaksanaan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat mutu akademik, sistem penjaminan mutu, serta kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi teknik. Inisiatif tersebut sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, berstandar internasional, dan berorientasi pada dampak nyata bagi pengembangan pendidikan serta kemajuan bangsa.
