Penguatan Reputasi Global: FTUH Gandeng Dua Lembaga Terkemuka asal Tiongkok Buka Jalur Internasional Vokasi-Sarjana "3+1+3"
Gowa, 5 Agustus 2026 - Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) kembali memperkuat jejaring pendidikan internasional melalui penandatanganan Tripartite Cooperation Agreement bersama Guangzhou Traffic and Transportation Vocational School dan Anhui Fuxin Education Consulting Co., Ltd., Tiongkok. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan sistem pendidikan terintegrasi internasional yang menghubungkan pendidikan vokasi tingkat menengah di Tiongkok dengan pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Melalui kemitraan tersebut, ketiga pihak berkomitmen menghadirkan jalur pendidikan lintas negara yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi global, kemampuan lintas budaya, serta kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja internasional.
Inovasi Skema Akademik “3+1+3” dan Keterlibatan Industri
Salah satu program utama yang akan dikembangkan adalah jalur pendidikan terintegrasi “3+1+3”. Dalam skema ini, peserta didik terlebih dahulu menempuh pendidikan vokasi selama 3 tahun di Guangzhou Traffic and Transportation Vocational School, Tiongkok. Tahap berikutnya adalah program matrikulasi internasional selama 1 tahun yang mencakup pembekalan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia selama enam bulan, serta penguatan akademik melalui bridging courses juga selama enam bulan yang difasilitasi oleh Anhui Fuxin Education Consulting Co., Ltd.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, mahasiswa akan melanjutkan pendidikan sarjana selama 3 tahun di FT-UH. Program ini dirancang melalui mekanisme pengakuan kredit bersama dan penyelarasan kurikulum agar proses transisi dari pendidikan vokasi menuju pendidikan sarjana dapat berlangsung secara terstruktur. Pada tahap awal, program tersebut diprioritaskan untuk program studi strategis, antara lain Teknik Transportasi, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.
Selain memperluas akses mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan di Indonesia, program ini diharapkan dapat memperkaya atmosfer akademik di lingkungan FT Unhas melalui interaksi lintas budaya dan pertukaran pengetahuan. Kehadiran mahasiswa internasional juga menjadi bagian penting dalam memperkuat internasionalisasi pembelajaran, meningkatkan eksposur global sivitas akademika, serta memperluas jejaring akademik dan profesional mahasiswa.
Kemitraan ini turut melibatkan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia dalam penyelarasan kurikulum, pelaksanaan pelatihan praktis, penyediaan kesempatan magang, hingga perluasan akses kerja bagi lulusan. Keterlibatan dunia industri sejak tahap perencanaan pembelajaran diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja, khususnya pada sektor transportasi, teknologi, dan industri berbasis rekayasa.
Komitmen Para Pihak
Prosesi penandatanganan kesepakatan dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Dekan FT Unhas, Prof. Dr.Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER., memimpin pelaksanaan kegiatan didampingi Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Muhammad Bachtiar Nappu, S.T., M.T., Ph.D. Turut hadir secara daring Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr.Eng. Hendra Pachri, S.T., M.Eng., serta tim Global Engagement Office (GEO) FT Unhas.
Dalam sambutannya, Dekan FT Unhas, Prof. Isran Ramli, menegaskan bahwa kerjasama tiga pihak tersebut merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi pada tingkat internasional.
“Kerja sama tiga pihak ini merupakan titik awal yang sangat penting dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi secara nyata di tingkat internasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan program-program praktis yang jelas, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Isran Ramli.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan dan manfaat bersama menjadi fondasi utama dalam membangun kemitraan jangka panjang.
“Dengan berlandaskan kepercayaan dan asas manfaat bersama, fokus utama kita adalah penguatan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan akademik, penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi dengan dunia industri,” jelasnya.
Prof. Isran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembentukan kemitraan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja untuk mewujudkan kolaborasi ini. Semoga kerja sama ini dapat berlangsung dengan sukses dan memberikan dampak jangka panjang bagi seluruh institusi yang terlibat,” tambahnya.
Selain itu, Principal Guangzhou Traffic and Transportation Vocational School, Wu Xinghong, menyampaikan rasa hormat dan antusiasmenya terhadap kerjasama bersama FT Unhas. Ia menilai Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin sebagai mitra strategis yang memiliki reputasi kuat dalam pendidikan di Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.
“Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin merupakan mitra yang sangat strategis bagi kami. FT Unhas memiliki reputasi yang baik sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia dan menjadi salah satu pusat pendidikan terbaik di Kawasan Timur Indonesia,” ungkap Wu Xinghong.
Ia menjelaskan bahwa institusinya telah berdiri sejak 1964 serta memiliki fasilitas pelatihan industri dengan nilai investasi bernilai 20 juta USD. Institusi tersebut juga memberikan pelatihan kepada lebih dari 20.000 tenaga terampil setiap tahunnya.
“Sekolah kami memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan pendidikan vokasi dan pelatihan industri. Melalui kolaborasi ini, kami optimistis dapat menggabungkan keunggulan pendidikan vokasi dengan pendidikan sarjana untuk menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif,” katanya.
Wu Xinghong juga menekankan pentingnya kesiapan institusi pendidikan dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan dan transformasi industri global.
“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam sektor transportasi dan industri. Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu bekerjasama dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja global,” jelasnya.
Sementara itu, Chairman Anhui Fuxin Education Consulting Co., Ltd., Sun Xiaoxing, menyampaikan bahwa program integrasi “3+1+3” berpotensi menjadi tolok ukur dalam pengembangan pendidikan lintas negara.
“Guangzhou Traffic and Transportation Vocational School merupakan salah satu sekolah vokasi unggulan nasional di Tiongkok dengan rekor prestasi peraih National Teaching Achievement First Prize. Melalui model ‘3+1+3’ yang merupakan upaya membangun sistem pembelajaran lintas negara yang terintegrasi,” tutur Sun Xiaoxing.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan program matrikulasi bilingual secara intensif agar mahasiswa memiliki kesiapan yang memadai sebelum memasuki lingkungan akademik di Indonesia dan menghasilkan tenaga professional yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami siap mengawal program matrikulasi bilingual secara intensif. Kami percaya bahwa kerjasama ini tidak hanya akan menghasilkan lulusan bergelar sarjana, tetapi juga tenaga ahli dengan kualifikasi internasional yang siap diserap oleh industry-industri besar, baik di Indonesia, Tiongkok, maupun negara lainnya,” jelasnya.
Dampak Sektor Industri dan Masa Depan Kolaborasi
Ruang lingkup kerjasama tidak terbatas pada penerimaan dan pertukaran mahasiswa. Kesepakatan “Tripartite Cooperation Agreement” tersebut juga membuka peluang pelaksanaan pertukaran dosen, joint research, publikasi ilmiah kolaboratif, serta pengembangan inovasi pada bidang rekayasa transportasi, manufaktur cerdas (smart manufacturing), dan pendidikan vokasi. Selain itu, ketiga pihak berpeluang menyelenggarakan program winter/summer camp, dan promosi budaya bilingual. Pengembangan program tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas internasional mahasiswa dan dosen, penguatan kualitas pembelajaran, perluasan kolaborasi penelitian, serta peningkatan keterlibatan industri dalam proses pendidikan.
Melalui kemitraan ini, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menegaskan komitmen nyata dalam menghadirkan inovasi pendidikan bertaraf dunia, memperkuat reputasi akademik, serta memberikan kontribusi berdampak bagi pengembangan industri nasional dan global.
