Berikan Dampak Nyata, FT Unhas Perkuat Tata Kelola Kurikulum OBE dan Siklus SPMI Teknik Mesin FST Undana

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) terus membuktikan komitmennya sebagai penggerak utama peningkatan mutu perguruan tinggi di Indonesia. Dalam upaya nyata memberikan dampak luas pada tata kelola akademik nasional, FT Unhas resmi menjadi lokus benchmarking strategis bagi Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (FST Undana) Kupang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Rabu-Kamis, 24–25 Juni 2026 ini berfokus pada integrasi mutu layanan, kurikulum Outcome-Based Education (OBE), dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Delegasi FST Undana dipimpin langsung oleh Koordinator Program Studi Teknik Mesin, Dr. Ir. Jahirwan Ut Jasron, S.T., M.T., IPM.. Kehadiran tim dari Bumi Cendana tersebut diterima secara resmi oleh Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPMPR) FT Unhas, Prof. Dr. Rustan Tarakka, S.T., M.T., IPM., AER., bertempat di Kampus Fakultas Teknik Unhas, Gowa. Pertemuan ini menjadi ruang kolaborasi intensif untuk membedah inovasi kurikulum global dan mekanisme penjaminan mutu yang adaptif.

Sinergi Kurikulum OBE dan Keberlanjutan Mutu Layanan

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan pemaparan visi kelembagaan serta potret implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE) di FT Unhas. Sebagai institusi yang telah mengantongi berbagai akreditasi internasional, FT Unhas membagikan pengalamannya dalam menyelaraskan mutu layanan akademik dengan kebutuhan kompetensi lulusan di era digital.

Hubungan erat antara mutu layanan dan kurikulum OBE dikupas tuntas dalam kaitannya dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Di hadapan delegasi Undana, dijelaskan bahwa mutu layanan pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus dikawal oleh sistem penjaminan mutu yang dijalankan secara konsisten oleh perguruan tinggi untuk memastikan dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Integrasi ini memastikan bahwa setiap fasilitas, teknologi pembelajaran, dan layanan administrasi yang diberikan berdampak langsung pada ketercapaian kompetensi mahasiswa sesuai standar OBE.

Memasuki hari kedua, diskusi bergulir lebih mendalam pada aspek teknis regulasi dan siklus penjaminan mutu. FT Unhas memaparkan peta jalan pengawasan akademik yang terstruktur melalui tahapan dan implementasi konkret, yaitu mulai dari Penetapan standar mutu, Pemetaan mutu, Evaluasi diri, Pengendalian mutu, hingga Peningkatan mutu.

Proses dinamis ini dikunci oleh penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang menjadi ruh dari budaya mutu di FT Unhas. Melalui siklus PPEPP, program studi di bawah naungan FT Unhas mampu mendeteksi deviasi akademik sejak dini dan segera merumuskan langkah perbaikan standar secara berkelanjutan (continuous quality improvement).

Ketua GPMPR FT Unhas, Prof. Dr. Rustan Tarakka, S.T., M.T., IPM., AER., dalam sesinya menegaskan bahwa kunci utama dari dampak penguatan akademik ini terletak pada kedisiplinan eksekusi setiap tahapan PPEPP.

"Penerapan OBE tidak akan optimal tanpa fondasi SPMI yang kuat. Melalui siklus Penetapan hingga Peningkatan mutu ini, kita memastikan bahwa kurikulum tidak bersifat statis, melainkan terus berevolusi menjawab tantangan zaman dan kebutuhan riil masyarakat," ujar Prof. Rustan.

Benchmarking ini menonjolkan peran strategis FT Unhas dalam mentransfer inovasi tata kelola kepada institusi mitra. Koordinator Program Studi Teknik Mesin FST Undana, Dr. Ir. Jahirwan Ut Jasron, S.T., M.T., IPM., menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme yang besar atas hasil dari kunjungan dua hari ini.

"Penjelasan mengenai detail implementasi siklus PPEPP dan pemetaan mutu yang diterapkan di FT Unhas memberikan kami inovasi dan formula baru yang sangat aplikatif. Dampak nyata dari kegiatan ini akan langsung kami tuangkan dalam penguatan kurikulum OBE di Teknik Mesin FST Undana, guna melahirkan lulusan teknik yang kompetitif dan relevan dengan pembangunan wilayah kepulauan," ungkap Dr. Jahirwan.

Bagi FT Unhas, kolaborasi ini bukan sekadar menunjukkan prestasi internal, melainkan bentuk kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pendidikan teknik yang merata dan berkualitas tinggi di wilayah Indonesia Timur. Kunjungan diakhiri dengan komitmen bersama untuk melanjutkan komunikasi strategis serta penyerahan cinderamata sebagai simbol kemitraan yang berkelanjutan demi kemajuan bangsa.