Wujudkan FT Unhas Berdampak: Perkuat Ekosistem Keinsinyuran Indonesia Timur, FT Unhas Dampingi FST Undana Buka Program Profesi Insinyur

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) terus mengukuhkan perannya sebagai motor penggerak dan pusat rujukan pengembangan pendidikan keteknikan di kawasan Indonesia Timur. Sebagai wujud nyata komitmen "FT Unhas Berdampak" dalam memperkuat ekosistem keinsinyuran nasional, FT Unhas resmi menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (FST Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kemitraan tersebut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) sekaligus kegiatan Benchmarking Pendampingan Pembukaan PS PPI FST Undana. Rangkaian kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa hingga Rabu, 7–8 Juli 2026, bertempat di Kampus Fakultas Teknik Unhas, Gowa.

Plt. Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., hadir memimpin langsung delegasi dari Bumi Cendana. Kedatangan rombongan disambut secara hangat dan resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER., yang didampingi oleh jajaran pimpinan fakultas serta pengelola PS PPI FT Unhas.

Prosesi penandatanganan PKS ini menjadi payung hukum dan landasan operasional bagi kedua belah pihak dalam mengakselerasi pendirian serta penguatan PS PPI di FST Undana. Melalui perjanjian yang berlaku selama tiga tahun ini, FT Unhas memberikan komitmen penuh untuk mendampingi FST Undana, mulai dari penguatan kelembagaan, penyusunan pedoman kepesertaan, pembimbingan mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), penyediaan tenaga pengajar kualifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM), hingga penetapan kriteria kelulusan insinyur.

Dekan FT Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan implementasi nyata dari tanggung jawab moral dan akademis FT Unhas untuk menebar dampak positif bagi pembangunan SDM di Indonesia.

"Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang telah memiliki pengalaman dan reputasi matang dalam mengelola Program Profesi Insinyur, FT Unhas merasa terpanggil untuk berjalan berdampingan dengan institusi saudara kami di Indonesia Timur. Pendampingan pembukaan PS PPI di FST Undana ini adalah wujud konkrit semangat 'FT Unhas Berdampak', di mana inovasi dan standar mutu yang kami bangun dapat tereskalasi secara lebih luas," tegas Prof. Isran Ramli.

Memasuki sesi benchmarking dan pendampingan substantif, materi utama dipaparkan secara komprehensif oleh Dr. Eng. Ir. Ilham Bakri, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng. Dalam pemaparannya, Dr. Ilham membedah peta jalan (roadmap) taktis pendirian PS PPI, mencakup penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), strategi tata kelola akademik, hingga penyiapan portofolio keinsinyuran bagi calon peserta.

Diskusikan juga menggarisbawahi pentingnya pengawalan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikendalikan melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Integrasi SPMI ini bertujuan agar penyelenggaraan program profesi di FST Undana nantinya dapat langsung beroperasi dengan standar mutu tinggi, transparan, dan terukur sejak angkatan pertama.

Sementara itu, Plt. Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh dari FT Unhas.

"Dukungan, arahan, dan pendampingan mendalam dari FT Unhas memberikan pijakan yang sangat kokoh bagi FST Undana dalam mempercepat pembukaan PS PPI. Kami optimistis, hadirnya PS PPI FST Undana nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan sertifikasi keinsinyuran di Nusa Tenggara Timur, tetapi juga menjadi akselerator pembangunan infrastruktur dan pengelolaan potensi daerah," ungkap Prof. Philiphi.

Kerja sama dan kegiatan pendampingan ini menjadi bukti nyata komitmen FT Unhas dalam menghadirkan kepemimpinan akademis yang inspiratif. Kehadiran program profesi insinyur mandiri di Undana yang didampingi oleh FT Unhas diproyeksikan akan memberi dampak signifikan bagi peningkatan jumlah insinyur tersertifikasi di wilayah kepulauan dan perbatasan, yang pada akhirnya akan langsung berimbas pada kualitas pembangunan fisik dan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian acara selama dua hari tersebut diakhiri dengan peninjauan fasilitas pendukung pembelajaran di FT Unhas, sesi diskusi terpumpun antar pengelola, serta pertukaran cinderamata sebagai simbol sinergi dan kemitraan yang berkelanjutan