Fakultas Teknik Unhas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat melalui Pelatihan P3K dan Simulasi K3

Gowa, 27 Juli 2026 – Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat melalui Workshop Pelatihan Pemberian Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali peserta melalui simulasi agar mampu merespons situasi darurat secara lebih cepat dan tepat.

Workshop berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan dipusatkan di Exhibition Hall, Lantai Dasar Gedung Center of Technology (CoT) Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai peserta. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Tim K3 Fakultas Teknik Unhas serta mentor PKKMB 2026.

Dalam pelaksanaannya, Fakultas Teknik Unhas menggandeng tenaga medis dari Puskesmas Bontomarannu, yang terdiri atas satu dokter dan tiga instruktur untuk memberikan pelatihan tindakan P3K. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan materi pertolongan pertama diberikan melalui pendekatan yang relevan dengan kebutuhan penanganan keadaan darurat.

Dari Pengetahuan Menuju Kesiapan Bertindak

Pertolongan pertama pada kecelakaan memiliki peran penting dalam rantai respons keadaan darurat. Dalam situasi kecelakaan atau kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan segera, kemampuan orang-orang di sekitar lokasi untuk memberikan tindakan awal dapat menjadi langkah penting sebelum korban memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Karena itu, workshop P3K dan K3 di lingkungan Fakultas Teknik Unhas diarahkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai keselamatan kerja. Peserta juga mengikuti simulasi K3, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterjemahkan ke dalam kesiapan menghadapi kondisi nyata.

Pendekatan berbasis praktik ini menjadi relevan bagi lingkungan pendidikan teknik yang memiliki aktivitas akademik dengan beragam karakteristik risiko. Pembelajaran mengenai keselamatan akan lebih bermakna apabila peserta tidak hanya mengetahui prosedur, tetapi juga memahami bagaimana merespons ketika menghadapi keadaan darurat.

Melalui simulasi, peserta dilatih untuk membangun kesadaran terhadap kondisi sekitar, memahami pentingnya respons yang terukur, serta meningkatkan kesiapan dalam mengambil tindakan awal. Hasil utama yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta menjadi lebih siap menghadapi keadaan darurat, baik dalam lingkungan kampus maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Membangun Budaya K3 sebagai Bagian dari Pendidikan Teknik

Pelibatan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab kelompok tertentu, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komunitas Fakultas Teknik Unhas.

Bagi mahasiswa, pengenalan P3K dan K3 sejak awal masa pendidikan menjadi bekal penting untuk membangun pola pikir keselamatan. Sementara bagi dosen dan tenaga kependidikan, peningkatan kompetensi dalam merespons keadaan darurat dapat memperkuat lingkungan pembelajaran yang aman dan mendukung keberlangsungan aktivitas akademik.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan teknik tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut secara bertanggung jawab. Keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme di bidang keteknikan.

Workshop tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara Fakultas Teknik Unhas dengan Puskesmas Bontomarannu. Kehadiran tenaga medis sebagai instruktur mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di bidang pelayanan kesehatan, sehingga pembelajaran P3K dapat disampaikan secara lebih kontekstual.

Memperkuat Ekosistem Kampus yang Aman

Bagi Fakultas Teknik Unhas, kegiatan P3K dan K3 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi, tetapi juga memiliki kesadaran kuat terhadap keselamatan.

Ke depan, pemahaman dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas akademik maupun nonakademik. Dengan semakin banyak sivitas akademika yang memiliki kesiapan dasar menghadapi keadaan darurat, lingkungan kampus diharapkan menjadi lebih responsif, aman, dan tangguh.

Melalui penguatan kompetensi P3K dan simulasi K3, Fakultas Teknik Unhas menegaskan bahwa budaya keselamatan merupakan bagian penting dari pembentukan insan teknik yang profesional. Kesiapan menghadapi keadaan darurat bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan kompetensi yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman sekaligus membentuk lulusan yang mampu mengedepankan keselamatan dalam praktik keteknikan di tengah masyarakat.